2013, BTP Sempat Tolak Ibu Kota Pindah ke Luar Jakarta

Khalied Malvino
Khalied Malvino

2013, BTP Sempat Tolak Ibu Kota Pindah ke Luar Jakarta Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2013, Jokowi-Ahok. (Foto: Liputan6)

Winnetnews.com -  Polemik pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) sudah ditentukan. Pro dan kontra pun dilontarkan berbagai kalangan, mulai dari pejabat, pengamat, pemerhati lingkungan, hingga masyarakat.

Jika kita memutar kembali memori kita pada era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2013, Ahok pada saat itu menegaskan menolak rencana pemindahan ibu kota negara ke luar Jakarta.

Mengutip Viva.co.id, penegasan Ahok yang kini dipanggil BTP, disampaikan dalam video yang menjadi viral saat talk show di salah satu stasiun televisi swasta, berjudul “Warga Bertanya Jokowi-Ahok Menjawab”. 

Video berdurasi 24 menit, Ahok yang mengenakan seragam DKI Jakarta tengah duduk dan pembawa acara yang berbicara mengenai rencana pemindahan ibu kota yang saat itu diwacanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ahok menjawab pertanyaan warga Jakarta, yang bertanya apakah Jakarta perlu pindah ke tempat lain, atau apakah setuju Jakarta dipindahkan. 

“Kalau buat saya pribadi, rakyat kita masih susah, untuk apa habiskan Rp800 triliun hanya untuk mengatasi gara-gara sini macet, lalu ibu kota pindah. Jadi kan ini bukan karena ada masalah lalu lari dari masalah, itu pendapat saya. Kalau sini macet ya diatasi dong macetnya,” kata Ahok saat itu. 

Dia mengatakan untuk mengatasi masalah macet di Jakarta cukup dengan membangun transportasi massal.

“Beli aja bus yang banyak, gratiskan,” ujarnya.