5 Penyakit Serius yang Ditandai oleh Sakit Perut Sisi Kiri
Foto: Pexels/Andrea Piacquadio
Kesehatan

5 Penyakit Serius yang Ditandai oleh Sakit Perut Sisi Kiri

Kamis, 15 Okt 2020 | 14:10 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Sakit perut menjadi alasan umum orang-orang pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan. Rasa tidak nyaman yang ditimbulkan, membuat kebanyakan orang bingung tentang apa yang sedang terjadi dengan perut mereka.

“Sakit perut adalah gejala umum yang menyebabkan jutaan kunjungan rawat jalan, dan pada kenyataannya, salah satu alasan paling umum orang mengunjungi dokter,” ujar Rosario Ligresti, MD, seorang ahli gastroenterologi di Hackensack University Medical Center, New Jersey dikutip The Healthy.

Ligresti mengatakan, jika perut bagian kiri tiba-tiba terasa sakit dan sangat parah, kita perlu pergi ke ruang gawat darurat. Nantinya di sana akan menjalani tes rontgen diagnosis khusus, termasuk CT scan. Perlu diingat bahwa setiap sisi perut yang terasa sakit, menandakan kondisi tertentu. Berikut ini, beberapa penyakit yang membuat perut kiri terasa sakit.

Diverticulitis

The American Gastroenterological Society mendefinisikan diverticulitis sebagai peradangan pada kantong di dinding usus besar. Gejala umum yang sering muncul seperti nyeri di sisi perut bagian kiri bawah, demam, perubahan kebiasaan buang air besar, hingga menggigil. Selain itu, seseorang yang menderita penyakit ini juga akan mual dan kurang nafsu makan.

Dalam kasus yang serius, diverticulitis dapat menyebabkan pendarahan, infeksi, atau penyumbatan. Agar bisa mengetahui kondisi ini, perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta tes lab dan penggambaran.

Kolitis

Gejala kolitis (radang usus besar) muncul lebih bertahap daripada diverticulitis. Biasanya gejala yang muncul pun berhubungan dengan fungsi usus seperti diare atau diare berdarah. Ligresti menjelaskan bahwa kolitis dapat disebabkan oleh infeksi, keracunan makanan, atau suplai darah yang buruk, atau kolitis ulsertiva (gangguan radang usu yang disebabkan oleh reaksi kekebalan abnormal pada usus besar).

Gasitritis

Peradangan pada lapisan lambung bisa disebabkan oleh banyak faktor termasuk infeksi, penggunaan obat pereda nyeri atau obat lain secara teratur, serta terlalu banyak konsumsi alkohol. Gejala gastritis dapat terjadi secara tiba-tiba (gastritis akut) atau berkembang seiring waktu (gastritis kronis), dan pada beberapa kasus, gastritis dapat berujung pada maag.

Aneurisma aorta abdominal

Ini menakutkan karena aorta adalah pembuluh darah utama yang memasok darah ke tubuh, jelas Gina Lynem, MD, dokter penyakit dalam di Henry Ford Health System di Dearborn, Michigan. Aneurisma aorta abdominal (AAA) berarti dinding aorta menonjol, dan seringkali tumbuh perlahan tanpa gejala; ledakan AAA mengancam jiwa.

“Saat aneurisma aorta perut membesar, beberapa orang mungkin merasakan sensasi berdenyut di dekat pusar, nyeri terus-menerus yang dalam di perut atau di sisi perut, atau nyeri punggung,” jelas Rosario Ligresti.

Batu ginjal

Batu ginjal terjadi ketika potongan mineral keras yang menumpuk secara alami di ginjal pecah dan masuk ke ureter. Selain sakit perut, orang yang menderita batu ginjal akan merasa tidak nyaman, perubahan warga, bau busuk, atau kebutuhan lain untuk megosongkan kantung kemih. Menurut National Kidney Foundation (NKF), lebih dari setengah juta orang pergi ke ruang gawat darurat untuk masalah batu ginjal setiap tahun. Batu ginjal disebabkan oleh kurang minum air, olahraga (terlalu banyak atau terlalu sedikit), obesitas, operasi penurunan berat badan, atau makan makanan dengan terlalu banyak garam atau gula.

TAGS:
sakit perutbatu ginjalGastritiskesehatan

RELATED STORIES

Loading interface...