56 Pegawai KPK Resmi Diberhentikan, Jokowi: Jangan Semua Diserahkan ke Presiden

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 bulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

56 Pegawai KPK Resmi Diberhentikan, Jokowi: Jangan Semua Diserahkan ke Presiden
Presiden Joko Widodo

Winnetnews.com -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi respons mengenai nasib 56 pegawai KPK yang segera diberhentikan dengan hormat. Menurutnya,  urusan tersebut merupakan kewenangan lembaga terkait.

"Jangan semua-semuanya itu diserahkan kepada presiden," ucap Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi di Istana Kepresidenan, Rabu (15/9).

Jokowi menjelaskan tes wawasan kebangsaa (TWK) d KPK sudah ada penanggung jawabnya. Selain itu, lanjut Jokowi, prosesnya juga berlangsung di Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau itu kewenangan pejabat pembina, harusnya kan itu menjadi tanggung jawab mereka, dan saya kan nggak mungkin mengambil keputusan kalau proses hukum berjalan di MA dan di MK, jangan semuanya ditarik-tarik ke presiden," kata Jokowi.

"Yang menurut saya tata cara bernegara yang baik seperti itu, ada penanggung jawabnya dan proses berjalan sesuai dengan aturan," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK resmi memutuskan 56 orang yang tidak memenuhi syarat untuk alih status menjadi ASN diberhentikan dengan  hormat pada 30 September 2021.

"Terhadap 6 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan diberi kesempatan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan, namun tidak mengikutinya, maka tidak bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara dan akan diberhentikan dengan hormat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Rabu (15/9/).

"Memberhentikan dengan hormat kepada 50 orang pegawai KPK yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) per tanggal 30 September 2021," imbuhnya.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...