6 Obat Alami dan Mudah untuk Atasi Diabetes Hingga Hipertensi
ilustrasi bawang putih ( Photo naturalalternativeremedy.com )
Kesehatan

6 Obat Alami dan Mudah untuk Atasi Diabetes Hingga Hipertensi

Sabtu, 14 Des 2019 | 11:00 | Muchdi

Winnetnews.com -  Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit yang bisa dipicu oleh pilihan gaya hidup, seperti makanan dan aktivitas fisik. Tak heran bila kasus diabetes dan hipertensi kerap melonjak dan bisa terjadi sejak usia 40 tahun.

Jumlah penderita diabetes di dunia diperkirakan mencapai 415 juta orang, mengutip Diabetes.co.uk. Jumlah tersebut diperkirakan akan naik menjadi 642 orang pada tahun 2040. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi diabetes naik menjadi 8,5 persen dari 6,9 persen pada Riskesdas 2013.

Sedangkan untuk jumlah penderita hipertensi, sebuah survei di tahun 2018 menyebutkan bahwa satu dari tiga orang partisipan di Indonesia mengalami hipertensi dengan tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih. Survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH) tersebut mengumpulkan data dari lebih 72.000 orang di 34 provinsi di Indonesia.

Gaya hidup sehat adalah pilihan paling efektif untuk mencegah diabetes dan hipertensi. Namun, bila diabetes dan hipertensi telah Anda alami, itu bukanlah akhir dunia.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi diabetes dan hipertensi. Mulai dari pengobatan dokter, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, hingga memanfaatkan bahan herbal.

Sejumlah bahan herbal dipercaya dapat mengontrol diabetes dan hipertensi, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup penderita.

Berikut sejumlah herbal untuk mengatasi diabetes dan hipertensi, mengutip Times of India.

1. Bawang putih

Bawang putih mampu meningkatkan zat nitric oxide dalam tubuh yang dapat melebarkan, melancarkan, dan membuat rileks pembuluh darah, sehingga dapat membantu mengurangi tekanan darah.

Agar manfaatnya terasa, bawang putih dapat dimakan segar atau dibakar sebentar untuk menghilangkan rasa pedas alaminya. Cara lainnya, masukkan 4-7 siung bawang putih dalam tumisan hingga sup.

Bawang putih juga tersedia dalam bentuk suplemen, pilihan bagi Anda yang tak menyukai aroma dan rasa pedas bawang putih. Namun, kandungan dalam bawang putih segar dapat diserap lebih mudah oleh tubuh.

2. Basil

Basil dapat membantu menurunkan tekanan darah berkat kandungan eugenol yang ada di dalamnya. Kandungan ini mampu melawan zat-zat yang berpotensi mengencangkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah dapat tetap stabil.

Untuk mendapatkan khasiat basil, cobalah untuk menambahkan basil ke dalam menu diet Anda sebagai penambah aroma. Karena hampir mirip dengan daun kemangi, daun basil segar juga dapat dicampurkan ke dalam berbagai jenis masakan nusantara.

Untuk daun basil kering, Anda bisa mencampurnya dengan teh sebagai pengganti daun mint.

3. Kayu manis

Sebuah studi yang dilakukan pada tikus mengungkap bahwa ekstrak kayu manis dapat menurunkan tekanan darah tinggi mendadak maupun berkepanjangan. Selain itu, studi yang dilakukan pada tahun 2013 juga menunjukkan bahwa kayu manis mampu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi kolesterol jahat pada darah.

Anda bisa mencampur sedikit kayu manis pada rebusan air teh. Aroma manisnya dapat 'menyamar' sebagai gula di otak, sehingga otak dapat merasakan kepuasan yang sama saat Anda mengonsumsi gula. Dengan begitu, Anda bisa tetap dapat menikmati segelas teh tawar hangat tanpa keinginan minum manis kemudian.

Kayu manis juga dapat dicampurkan di beragam olahan makanan, seperti pada olahan kue. Anda bisa mencari resep kue gandum utuh yang di campur kayu manis dan rendah gula sebagai pilihan camilan sehat.

TAGS:
diabeteshipertensibawang putihkoesteroltrigliserida

RELATED STORIES

Loading interface...