Adakah Risikonya Bila Donor Darah Saat Puasa?
ilustrasi
Kesehatan

Adakah Risikonya Bila Donor Darah Saat Puasa?

Minggu, 3 Mei 2020 | 04:17 | Rusmanto

Winnetnews.com -  Darah adalah hadiah yang paling berharga yang bisa diberikan oleh siapa pun kepada yang membutuhkan. Keputusan Anda untuk menyumbangkan darah dapat menyelamatkan satu kehidupan, atau bahkan beberapa nyawa sekaligus. Tapi, apa kata dunia medis soal donor darah saat puasa? Apakah boleh menyumbangkan darah dengan kondisi perut kosong?

Berapa kali donor darah dalam setahun yang dianjurkan?

Donor darah sebaiknya dilakukan secara teratur. Tak usah khawatir akan kehabisan darah jika Anda rutin mendonor darah. Ini karena darah memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa untuk mengganti semua sel dan cairan yang telah hilang.

Tubuh Anda memproduksi sekitar 2 juta sel darah merah baru setiap detiknya, sehingga tidak butuh waktu lama untuk menggantikan “kloter” yang hilang setelah donor darah. Tapi, tubuh tetap butuh waktu sekitar empat sampai enam minggu untuk benar-benar menggantikan seluruh kelengkapan komponen sel darah merah dalam tubuh.

Mengingat hal di atas, Palang Merah Internasional merekomendasikan Anda untuk mendonorkan darah setidaknya 8 minggu sekali (56 hari), dengan batas maksimal 6 kali donor dalam satu tahun. Namun idealnya, Anda harus memberi jarak antar donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah terakhir Anda. Lantas, bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Apakah masih boleh donor darah saat puasa?

Apakah boleh donor darah saat puasa?

Jawabannya, boleh-boleh saja. Dilansir dari CNN Indonesia, Dr. Ari Fahrial Syam, praktisi klinis dan pengamat kesehatan mengungkapkan persetujuannya atas donor darah saat puasa. Ini karena terlepas dari waktu yang Anda pilih untuk menyumbangkan darah, donor darah tetap merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri dan orang yang menerimanya.

Donor darah rutin membantu menjaga kadar zat besi di tubuh tetap terkendali. Hal ini terbukti bisa mengurangi risiko berbagai penyakit jantung. Stok zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan kekentalan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Persediaan zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dalam tubuh, yang menjadi penyebab utama dari penuaan dini dan kanker. Ini sebabnya salah satu manfaat donor darah adalah menurunkan risiko Anda terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker tenggorokan.

TAGS:
donor darahbulan puasa

RELATED STORIES

Loading interface...