Adakah Risikonya Bila Donor Darah Saat Puasa?
ilustrasi
Kesehatan

Adakah Risikonya Bila Donor Darah Saat Puasa?

Minggu, 3 Mei 2020 | 04:17 | Rusmanto

Tips aman memberi donor darah saat puasa

Meski donor darah saat puasa berpotensi menyebabkan pingsan, bukan berarti Anda tidak boleh melakukannya. Sebaiknya pilih waktu yang tepat. Perlu dipahami bahwa untuk bisa mendonorkan darah saat puasa, pendonor seharusnya sudah “mempersenjatai” diri dengan simpanan gizi dan cairan yang mencukupi dalam empat jam sebelum memberi sumbangan. Sebagian besar pedoman donor darah merekomendasikan bahwa pendonor yang puasa harus minum minimal 500 ml air minum segera sebelum dan sesudah menyumbang darah.

Karena itu, Dr Laila Al Shaer, kepala Dubai Blood Donation Centre (DBDC), dilansir dari Gulf News, menyarankan orang-orang yang berpuasa untuk sebaiknya mendonorkan darah setelah lewat waktu berbuka. Dengan demikian, Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengisi ulang tubuh dengan asupan nutrisi dan air, untuk menghindari kemungkinan pingsan setelah donor darah.

Dan tidak hanya itu yang harus Anda persiapkan. Beberapa malam sebelum donor darah, usahakan cukupi asupan gizi dan cairan tubuh Anda dengan makanan dan minuman kaya zat besi, seperti daging merah, ayam, ikan, produk susu, kacang dan biji-bijian, dan bayam. Hindari makanan berlemak, seperti fast food atau es krim, yang bisa mengecoh hasil tes darah.

Perbanyak minum air putih dan minuman lainnya sebelum donor darah. Di malam menjelang donor darah, usahakan Anda mendapat cukup istirahat — juga setelahnya. Perbanyak pula asupan cairan dan makanan setelah donor darah saat puasa.

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di hellosehat.com dengan judul "Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?"

TAGS:
donor darahbulan puasa

RELATED STORIES

Loading interface...