Adu Kuat Tarif Impor China-AS
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump (kiri) dan Presiden China, Xi Jinping (kanan). (Foto: Sindonews)
Ekonomi

Adu Kuat Tarif Impor China-AS

Selasa, 3 Sep 2019 | 16:40 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Laiknya pertandingan tinju di dalam ring, China dan Amerika Serikat (AS) terus berseteru di bidang perekonomian. Perang dagang antara kedua negara besar ini sudah berlangsung sejak awal 2018.

Kesal dengan AS yang menaikkan tarif impor, Pemerintah China mengadukannya ke World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia. Mengutip Reuters, Selasa (3/9/2019), AS mulai memberlakukan tarif impor 15 persen untuk barang-barang China, seperti alas kaki, jam tangan pintar, hingga televisi layar datar.

“Penerapan tarif tersebut berlaku per 1 September 2019,” tulis Reuters seperti dilansir CNNIndonesia.com.

China pun membalas. Pada saat bersamaan, China mengenakan tarif baru untuk minyak mentah AS. Ini merupakan kali pertama bahan bakar menjadi target 'perang dagang' antara AS dengan China.

Kementerian Perdagangan China mengatakan penerapan tarif baru melanggar kesepakatan yang dibahas pemimpin kedua negara dalam pertemuan mereka di Osaka, Jepang.

"China akan secara tegas mempertahankan hak-hak hukumnya sesuai dengan aturan WTO," tulis keterangan resmi.

Sebetulnya, gugatan terhadap AS ke WTO bukan kali pertama yang ditempuh China. Tercatat, China pernah menantang tarif impor era Presiden AS Donald Trump itu sebanyak tiga kali.

Namun, Pemerintah AS berpendapat bahwa mereka tengah menghukum China karena pencurian kekayaan intelektual. AS bahkan menuliskan pembelaan tertulisnya yang menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat tidak membawa 'perang dagang' ke WTO.

"China telah mengambil keputusan sepihak dan agresif mencuri atau dengan cara tidak adil memperoleh teknologi dari mitra dagangnya, AS," tulis AS.

AS juga membela diri dengan mengatakan bahwa tindakan pemerintahannya tersebut demi melindungi industri di dalam negeri.

WTO sendiri masih memberikan waktu untuk AS mencoba menyelesaikan perselisihannya dengan China. Jika tidak ada kesepakatan, China bisa meminta WTO memfasilitasi ketegangan kedua negara dan proses ini disebut akan memakan waktu beberapa tahun.

Banyak ahli juga mengecam keputusan China yang menyebutnya 'membalas api dengan api.' Diketahui, China bergerak cepat membalas kebijakan tarif Trump dengan rangkaian tarif impor lainnya.

TAGS:
ChinaAmerika SerikatASPerang DagangWorld Trade OrganizationWTOtarif impor

RELATED STORIES

Loading interface...