Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Media Internasional Sebut Ahok Sosok Penggebrak
Foto: Jawa Pos
News

Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, Media Internasional Sebut Ahok Sosok Penggebrak

Sabtu, 23 Nov 2019 | 14:50 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina, mendapat ulasan dari media internasional. Secara umum, ulusan tersebut menilai Ahok dianggap sebagai sosok penggebrak. 

Gubernur DKI Jakarta ditunjuk secara resmi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di kompleks Istana Kepresidenan Jumat (22/11/2019). 

Media internasional seperti Nikkei Asian Review memilih judul Former Jakarta governor makes comeback in prominent Pertamina roleHarian yang berbasis di Tokyo itu membahas penjelasan Erick atas terpilihnya Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. 

Diberitakan Reuters melalui Euronews, Pertamina menghadapi serangkaian target, seperti memotong impor energi dan meningkatkan kapasitas kilang. "Kami membutuhkan seseorang yang bisa melakukan terobosan. Kami butuh sosok penggebrak itu (di Pertamina)," kata Menteri Erick. 

Politisi PDI-P itu bakal dipercaya untuk merapikan perusahaan energi pelat merah yang pernah disebut sebagai "negara dalam negara" itu. Sebab, Pertamina sebelumnya memegang hak untuk memberikan konsesi minyak dan gas kepada perusahaan lain, dilaporkan Nikkei. Perusahaan yang pernah menjadi lumbung uang Indonesia di periode 1967-1998 itu acap dikritik karena birokrasinya terlalu gemuk dan tidak efektif. 

Selain itu, seperti diberitakan media Singapura The Straits Times, Pertamina yang merupakan BUMN strategis juga disebut dilanda korupsi. September lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bambang Irianto tersangka terkait dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang Pertamina. 

Penunjukan Ahok sebagai komisaris utama tentu tidak semuanya setuju. Ada juga sekelompok orang yang menyuarakan penolakannya. Seperti Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar yang mengaku membentangkan spanduk penolakan. 

Mengutip dari Tribunnews.com, Kompas.com bertanggal 18 November 2019 memaparkan apa saja tuntutan yang dituangkan dalam spanduk tersebut. Di antaranya, Pertamina wajib utuh, tolak siapa pun yang suka bikin rusuh, memilih figur tukang gaduh, dan bersiaplah Pertamina segera runtuh. Menanggapi isu tersebut, Erick pun memberikan pembelaan. "Berikan kami waktu untuk bekerja, dan mari kita lihat hasilnya," paparnya. [Kompas]

 

TAGS:
AhokpertaminaBUMN

RELATED STORIES

Loading interface...