Airin Diam Seribu Bahasa, Nasib Guru Honorer Dipertanyakan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Airin Diam Seribu Bahasa, Nasib Guru Honorer Dipertanyakan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany. (Foto:

Winnetnews.com - Kasus pungutan liar yang dialami guru honorer di Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini belum menemukan titik terang. Selaku pemimpin di kota penyangga Jakarta itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany pun selalu berupaya menghindari pertanyaan para kuli tinta terkait nasib Rumini, sang guru honorer yang menjadi korban kejamnya pemerintah.

Sebagai gambaran, Rumini merupakan guru honorer di SDN 02 Pondok Pucung, Kota Tangsel. Sang pejuang tanpa tanda jasa itu memberanikan diri untuk membeberkan kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di tempatnya mengajar.

Alih-alih ingin melaporkan ke pihak Polres Tangsel, Rumini malah dipecat dan tak bisa lagi mengajar di sekolah tersebut. Nasib nahas ini pun mencuat ke media sosial dan ramai diperbincangkan warganet.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany justru diam seribu bahasa, terus berupaya menghindar ketika ditanya perihal hasil investigasi kasus guru honorer bernama Rumini, yang dipecat lantaran mengungkap pungli di tempat dia mengajar.

Mengutip IDNTimes, aksi serupa kembali diperlihatkan Airin ketika awak media berusaha menanyakan perihal kasus Rumini, Kamis (22/8/2019), setelah ia selesai mengikuti sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangsel, di Gedung DPRD Tangsel, Banten.

Kepada awak media, Airin enggan berkomentar apa pun terkait persoalan Rumini. Dia selalu bergegas pergi menghindari para jurnalis. Bukan kali ini saja Airin menghindari pertanyaan soal Rumini. Semenjak kasus ini bergulir, hampir tiap kesempatan wawancara Airin selalu terus menghindari pertanyaan soal Rumini.