Airin Diam Seribu Bahasa, Nasib Guru Honorer Dipertanyakan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Airin Diam Seribu Bahasa, Nasib Guru Honorer Dipertanyakan Walikota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany. (Foto:

Inspektorat Pastikan Sekolah Melanggar Aturan

Sebelumnya diberitakan, Kepala Inspektorat Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Uus Kusnadi, memastikan pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Pucung 02 melanggar aturan soal pungutan uang kepada wali murid, seperti yang diungkapkan oleh Rumini.

Uus mengatakan, Inspektorat telah menyelesaikan investigasinya terhadap kasus yang cukup menggemparkan publik itu. Hasil investigasi tersebut di antaranya adalah kebenaran ada mekanisme yang salah terhadap pungutan yang dinamakan iuran atau les komputer.

Sedangkan soal pembelian buku yang diduga ter-cover dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Inspektorat Tangsel memastikan tak ada pelanggaran. Sementara Rumini juga dianggap melakukan kesalahan sehingga dipecat dari sekolah.

"Kalau Rumini sudah jelas melanggar ketentuan kontrak kerja yah," kata Uus di kantornya, Gedung 2 pusat pemerintahan Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel.

Uus mengungkapkan, SDN Pondok Pucung 02 selaku pihak yang menarik pungutan diharuskan mengembalikan semua uang yang dipungut dari wali murid.

"Kalau soal melanggar Permendikbud itu (pungutan les komputer), yang sanksinya (harus) mengembalikan uangnya (wali murid). Kita mengawasi sampai selesai," kata Uus.

Diketahui, berdasarkan pengakuan Rumini, iuran les komputer tersebut telah terjadi dari 2012 dan jumlahnya sebesar Rp20 ribu. Berdasarkan data Daftar Kelompok Didik (Dapodik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel dari 2015 hingga 2018, jumlah Dapodik berjumlah 2.296 murid.

Jika setiap bulannya 2.296 murid mengumpulkan uang kurang lebih Rp49,2 juta, maka jika pungutan tersebut dilakukan selama 4 tahun, dapat diasumsikan uang yang harus dikembalikan pihak SDN Pondok Pucung 02 lebih dari Rp2,2 miliar.