Akankah Indonesia Siap Legalkan Ganja?
Foto: via nzgeo.com
Kolom

Akankah Indonesia Siap Legalkan Ganja?

Selasa, 21 Jan 2020 | 17:24 | Daffa Rizqi Yana

Winnetnews.com - Setiap orang memiliki perspektif masing masing terhadap salah satu jenis narkotika satu ini, dikarenakan jenis narkotika ini masih dianggap sebagai hal yang tabu dan setiap orang mempunyai pendapat masing masing terhadap jenis narkotika ini.

Jenis narkotika ini adalah ganja. Ganja merupakan jenis narkotika yang bisa menimbulkan ketergantungan dalam jangka waktu yang lama apabila pemakaian yang berlebihan. Ganja sendiri dalam medis biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang kronis.

Seperti yang kita ketahui, jauh beberapa tahun lalu, ganja selalu diasosiasikan sebagai tanaman berbahaya sehingga ganja menjadi salah satu tanaman yang dilarang di Indonesia. Tetapi pemerintah memilih menyampingkan banyak khasiat dari tumbuhan ganja dan melarang penanaman ganja di sekitar rumah untuk mengurangi resiko penyalahgunaan dan memicu tindakan yang tidak diinginkan. 

Namun jika ditinjau lebih lanjut, banyak sekali kasus yang terjadi dimana beberapa penyakit bisa di minimalisir bahkan disembuhkan oleh ganja, dan banyak khasiatnya terutama bagi kesehatan. Sayangnya, sebagian masyarakat menutup mata dan kerap kali menganggap ganja negatif.

Setelah kita lihat, melegalkan ganja bukanlah usaha yang mudah di Indonesia. Butuh pemikiran yang luas terhadap pengetahuan ganja sendiri dan edukasi yang sangat matang terhadap ganja.

“Ganja yang dilarang saja, masih disalahgunakan, apalagi dilegalkan?”, mungkin ini hal yang terbesit di sebagian banyak anggota masyarakat. Dan perlu diakui, ini menjadi tantangan yang besar dan sangat sulit karena harus mematahkan stigma yang cukup kuat di Indonesia. Mengingat cukup besar kemungkinan jika ganja dilegalkan akan memicu banyaknya penyalahgunaan, atau bahkan memicu tindakan kriminal. Mungkin hal inilah yang membuat pemerintah enggan untuk melegalkan, karena terdapat kemungkinan yang cukup besar terhadap penyalahgunaan ganja. Maka itu, mungkin sosialisasi di masyarakat sangatlah perlu, tapi apa ini efektif?

Nampaknya problematika ganja ini mempunyai pro dan kontra yang tidak akan ada habisnya, solusi yang kita pikirkan pun seolah-olah tak pasti, atau “tentatif”.  

Seperti yang kita alami di sekitar kita, sosialisasi di masyarakat terutama remaja tentang bahaya narkoba sendiri itu pun tidak efektif, melihat masih banyak remaja yang terjerumus pada narkoba.

Apalagi jika kita mensosialisasikan kepada masyarakat tentang khasiat ganja, dan berkampanye untuk melegalkan?

Takutnya, ini akan membuka peluang bagi seseorang yang ingin menyalahgunakan ganja itu sendiri.

Di tambah lagi, sebagian orang terutama remaja banyak yang menganggap ganja sebagai ajang gengsi dan takaran “gaul” seseorang.

"Belum kekinian kalau belom nyoba yang beginian", dan pada akhirnya stigma ini meluas terutama di kalangan remaja, sehingga semakin sulit untuk menepis kemungkinan penyalahgunaan ganja tersebut. 

Salah satu contoh 

Dukungan oleh masyarakat Indonesia tentang pelegalan ganja sudah meluas di salah satu platform jejaring sosial yaitu Instagram, dilansir oleh salah satu akun instagram "@lgn_jkt" yang memuat informasi mengenai ganja dan dukungan penuh untuk melakukan pelegalan ganja di Indonesia yang mana dilihat dari beberapa faktor, terlepas dari stigma hal yang negatif, ternyata ganja sendiri memiliki sisi positif bagi pengguna yang memiliki penyakit kronis sebagai contoh untuk penyakit alzheimer dan epilepsi.

Salah satu contoh penggunaan ganja dalam medis yang mana apabila digunakan sesuai dosis yang tepat mampu mengatasi beberapa penyakit yang bisa disembuhkan oleh ganja. Akan tetapi apabila ganja sendiri disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab maka akan merugikan diri sendiri dan lingkungan. 

Edukasi terhadap hal yang tabu seperti ini wajib dilakukan kepada masyarakat indonesia. Bisa melalui pengetahuan lewat media sosial atau seminar mengenai hal-hal yang berbau narkotika agar terjadi perubahan pola perilaku dan sikap dalam mengambil segala sesuatu sehingga masyarakat bisa mengetahui bahwa ganja itu digunakan untuk obat bukan untuk disalahgunakan. 

Lagi lagi, ini kembali kepada pribadi masing masing. Pro dan kontra tentang pelegalan ganja selalu menjadi bahasan topik yang menarik. Ganja memang mempunyai banyak khasiat dan tentu lebih banyak dampak positif yang bisa diambil dibandingkan dampak negatif dari ganja. 

Tetapi apakah Indonesia siap? Jika masyarakat banyak yang menyalahgunakan? Apakah sosialisasi akan  efektif dilakukan? Semisalnya ganja sudah legal, apakah masyarakat siap dengan segala konsekuensinya? Jika sebagian masyarakat belum siap dan edukasi yang dimiliki belum cukup matang, alangkah baiknya meminimalisir celah dimana ganja akan disalahgunakan.

 

--------------------
Daffa Rizqi Yana adalah mahasiswa London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

TAGS:
ganjaIndonesia

RELATED STORIES

Loading interface...