Alami Kebutaan, Kakek Sebatang Kara Ini Tinggal di Pos Ronda dan Jual Rongsokan Untuk Bertahan Hidup

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Alami Kebutaan, Kakek Sebatang Kara Ini Tinggal di Pos Ronda dan Jual Rongsokan Untuk Bertahan Hidup Mbah Wardi yang alami kebutaan dan tinggal di pos ronda (sumber: kompas.com)

Mbah Wardi mulai menjalani kehidupan seperti ini, pindah dari pos ronda ke pos ronda lain, setelah istri tercintanya meninggal ketika ia berusia 35 tahun. Dulunya, pria ini memiliki gubuk di sebuah lahan pinjaman yang berada di Dukuh Jambangan Kulon. Namun, karena gubuk tersebut roboh, Mbah Wardi pun hidup menggelandang.

“Rumah warisan orangtua yang ninggali kakak saya, daripada meropotkan orang lain, saya tinggal di pos ronda saja,” jelas Mbah Wardi.

Sebenarnya Wardi memiliki tiga orang anak dari pernikahannya, satu diantaranya sudah meninggal dunia. Karena keadaan ekonominya yang tidak memungkinkan, kedua anak Wardi pun dipelihara oleh adiknya yang berada di luar kota. Salah satunya saat ini tengah menetap di Jambi.

“Saya tidak mau merepotkan anak karena saya dulu tidak bisa membahagiakan mereka karena tidak punya apa-apa. Saya kerja keras tapi tidak cukup untuk memberi penghidupan yang layak kepada mereka,” katanya.

Kebutaan yang dialami Wardi dialaminya karena syaraf matanya mengalami kerusakan yang diakibatkan kerja yang terlalu keras. Ia harus menerima kenyataan ini saat berumur 35 tahun. Karena lahir dari keluarga yang tidak mampu, Wardi harus bekerja keras sebagai buruh tani dan buruh penggali pasir. Beban kerjanya semakin berat karena harus menghidupi keluarganya.