Anak Diserang DBD? Perhatikan Beberapa Hal Berikut
ilustrasi
Kesehatan

Anak Diserang DBD? Perhatikan Beberapa Hal Berikut

Rabu, 8 Apr 2020 | 11:45 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Orangtua perlu memberikan penanganan untuk meningkatkan sistem imunitas pada anak yang mengalami DBD (demam berdarah). Anak yang terkena demam berdarah, biasanya mengalami penurunan kesehatan karena sistem imunitasnya rendah. Padahal, sistem imunitas dapat melindungi tubuh dari kuman penyakit. 

Saat sistem imunitas turun, ada beragam penyakit yang berpotensi menginfeksi. Anak yang mengalami DBD bisa juga disebabkan daya tahan tubuhnya melemah, sehingga saat virus DBD masuk, tubuhnya terinfeksi.

Jika sudah terlanjur, orangtua perlu melakukan beberapa tips tepat untuk meningkatkan sistem imunitas anak saat DBD.

Apa yang terjadi saat DBD pada tubuh anak?

DBD dapat ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Virus ini dapat menjangkiti manusia melalui gigitan nyamuk tersebut secara mudah tanpa pandang usia, termasuk anak-anak.

Gejala DBD yang timbul pada anak-anak muncul 4-14 hari setelah ia terinfeksi. Beberapa di antara mereka bahkan tidak bergejala. 

Ketika anak terinfeksi virus demam berdarah, ia akan mengalami siklus tapal kuda dengan gejala naik turun demam yang tidak menentu selama dua hingga tujuh hari. Biasanya demam mencapai 40C. Selain demam tinggi, gejala yang bisa diketahui sebagai berikut.

  • mual dan muntah
  • sakit bagian perut atas
  • sulit bernapas
  • perdarahan dapat berupa mimisan, gusi berdarah atau bintik bintik merah pada kulit (petekie)

Sakit DBD ibarat kata seperti flu tulang, karena tubuh akan terasa lemas dan terasa sakit pada bagian tulang serta otot. Selain merasakan sakit pada tubuhnya, anak rentan mengalami dehidrasi karena muntah dan demam tinggi. Bila sudah demikian, anak perlu pertolongan medis dan cara untuk meningkatkan sistem imunitas saat DBD.

Paparan gejala tersebut menjadi langkah antisipasi para orangtua untuk mengetahui apakah anak memiliki tanda-tanda demam berdarah atau tidak. Namun, DBD secara pasti dapat didiagnosa melalui pemeriksaan darah di laboratorium.

Dari hasil pemeriksaan darah tersebut, dokter akan menentukan apakah anak perlu dirawat atau tidak. Dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan tergantung kasus DBD yang dialami anak. Di samping itu, orangtua perlu membantu anak dalam meningkatkan sistem imunitas saat ia mengalami DBD.

TAGS:
imunitas anakDBD

RELATED STORIES

Loading interface...