Anggaran  Kementerian Dipangkas Rp 64,7 Triliun
Ekonomi

Anggaran Kementerian Dipangkas Rp 64,7 Triliun

Senin, 29 Agt 2016 | 11:07 | Muchdi

WinNetNews.com - Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Langkah-Langkah Penghematan Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2016.

Instruksi ini ditujukan langsung kepada para menteri, kepala kepolisian, jaksa agung dan pejabat lainnya.

Kepada para pejabat tersebut, Presiden menginstruksikan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dalam rangka penghematan belanja Kementerian/Lembaga dalam APBN-P Tahun Anggaran 2016 dengan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jokowi menginstruksikan masing-masing Kementerian/Lembaga melakukan identifikasi secara mandiri terhadap program/kegiatan yang akan dihemat dan memastikan anggarannya tidak dicairkan melalui blokir mandiri (self blocking).

Dalam lampiran instruksi ini, disebutkan rincian penghematan anggaran dari 87 K/L dengan total penghematan mencapai Rp 64,712 triliun.

Dalam Inpres itu disebutkan, dalam melakukan penghematan, Menteri/Pimpinan Lembaga tetap mengamankan program prioritas yang menjadi tanggung jawabnya.

"Menteri/Pimpinan Lembaga menyampaikan revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) self blocking dengan mencantumkannya pada Catatan Halaman IV DIPA kepada Menteri Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Anggaran untuk disahkan paling lambat 7 (tujuh) hari sejak Instruksi Presiden ini dikeluarkan sesuai mekanisme revisi anggaran yang berlaku," bunyi diktuk kedua poin keempat Inpres Nomor 8 Tahun 2016 itu seperti ditulis dalam situs Setkab di Jakarta, Senin (29/8).

Tembusan usulan revisi DIPA self blocking sebagaimana dimaksud, disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, serta Kepala Kantor Staf Presiden.

Sumber: Merdeka

TAGS:
bisniskeuanganekonomianggarankementerian

RELATED STORIES

Loading interface...