Anggota TNI Gugur dalam Baku Tembak di Papua 
ilustrasi
Nasional

Anggota TNI Gugur dalam Baku Tembak di Papua 

Selasa, 3 Apr 2018 | 11:31 | Rusmanto

WinNetNews.com - Anggota TNI, Pratu Vicky, gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua. Kontak senjata itu bagian dari upaya TNI membebaskan sejumlah kampung di Tembagapura yang dikuasai KKSB.

"Dari kejadian kontak tembak tersebut pihak TNI satu orang atas nama Pratu Vicky Rumpasium asal dari Sorong Papua gugur sebagai Kusuma Bangsa," kata Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Infateri Muhammad Aidi dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (3/4/2018).

Kontak senjata itu terjadi pukul 06.00 WIT tadi. Dari Pihak KKSB, terpantau lewat drone dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. 

"Sebelum mereka melarikan diri mereka terlebih dahulu membakar sejumlah rumah warga," ujarnya.

Kontak senjata ini merupakan lanjutan dari penyanderaan yang dilakukan oleh KKSB November 2017 lalu. Pasukan TNI ingin merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai KKSB.

"Dalam rangka merebut kembali kampung-kampung yang dikuasai oleh KKSB, pasukan TNI terdiri dari Yonif 751/R 20 orang, Yonif 754/ENK 20 orang dan Brigif 20/IJK 10 orang bergerak ke sasaran," ucapnya.

Aidi mengatakan KKSB sepertinya sudah siap menerima kehadiran aparat sehingga terjadi kontak tembak antara TNI dan KKSB. Namun begitu, Aidi menyampaikan tidak warga yang jadi korban dalam kontak tembak ini.

"Saat ini pasukan TNI masih melakukan pengejaran dan pendataan kerusakan akibat ulah KKSB, namun dilaporkan bahwa seluruh warga penduduk dalam keadaan aman dan selamat, tidak ada yang menjadi korban," tuturnya.

Aidi menceritakan, pasca pembakaran Rumah Sakit di Utikini oleh KKSB beberapa waktu lalu, TNI-Polri lalu berkoordinasi untuk melakukan aksi penindakan. Selain rumah sakit, Gedung SD, SMP dan sejumlah rumah warga juga dibakar. 

"Selanjutnya KKSB menduduki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura antara lain: Utikini, Longsoran, Kimbely, Banti 1 dan Banti 2 serta Opitawak. Mungkin ini adalah realisasi dari ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI-Polri.

Pasca penyanderaan 1.300 warga di Kampung Utikini, Banti dan Kimbely November 2017, seluruh warga pendatang baik orang asli Papua maupun warga non-Papua telah mengungsi dan tidak ada lagi yang kembali ke kampung tersebut. Saat ini yang tinggal hanya penduduk asli setempat. (detikcom)

TAGS:
Pratu Vickyanggota TNIKelompok Kriminal Separatis BersenjataKKSBTembagapura

RELATED STORIES

Loading interface...