Anies Beberkan Kemacetan di Jakarta Turun Peringkat
Guibernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menyampaikan sambutannya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakorna) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11). [Foto: Tirto.id]
Jakarta

Anies Beberkan Kemacetan di Jakarta Turun Peringkat

Kamis, 14 Nov 2019 | 17:29 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Kemacetan masih menjadi ‘hantu’ yang ada setiap hari di DKI Jakarta, utamanya pada jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Momok menakutkan itu hingga kini tak bisa hilang walaupun sudah banyak inovasi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pusat sudah melahirkan sederet ide dan mengaplikasikannya ke masyarakat, seperti sistem ganjil genap (gage), pelebaran trotoar, penambahan moda Transjakarta, hingga operasionalisasi MRT dan LRT. Namun ternyata, beberapa hal tersebut belum bisa mengurangi banyaknya kendaraan yang dapat mengakibatkan kemacetan di ibu kota.

Saat menghadiri Rapat Koodinator Nasional (Rakornas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (14/11), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membeberkan capaiannya dalam dua tahun memimpin ibu kota. Satu yang menjadi paparannya yakni perihal kemacetan.

"Alhamdulillah Jakarta turun tingkat kemacetannya pindah 300 ribu orang per hari dalam tahun ini. Sekarang Jakarta itu dulu tingkat kemacetan nomor 4 di dunia. Alhamdulillah dalam waktu 1 tahun turun Jadi nomor 7 di dunia. Insyaallah keluar dari 10 besar," kata Anies seperti dikutip Detik.com.

Dia pun mengajak para peserta Rakornas PKS bepergian di Jakarta dengan transportasi umum. Menurutnya, transportasi di Jakarta sudah mulai terintegrasi.

"Kita ajak anggota Rakornas apa yang di Jakarta kita ikhtiarkan transportasi umum. Banyak dari kita punya kenangan transportasi umum di Jakarta. Sekarang Alhamdulillah jaringan transportasi di Jakarta sudah mulai terintegrasi," ujar Anies.

Anies kemudian menyebut pada 2017 jumlah pengguna angkutan umum di Jakarta sekitar 340 ribu orang per hari. Jumlah itu kemudian disebutnya naik pada tahun-tahun berikutnya setelah Pemprov DKI yang dipimpinnya mulai menjalankan integrasi antarmoda.

"Dalam 2 tahun meningkat jadi 655 ribu orang per hari. Jadi kalo per tahun Insyaallah, per tahun dari 145 juta Insyaallah akan meningkat jadi lebih dari 270 juta penumpang per tahun," ucapnya.

Menurut Anies, semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum, maka biaya transportasi akan turun. Biaya hidup warga Jakarta juga akan turun.

"Ini konsekuensinya adalah begitu banyak masyarakat, biaya transport turun, biaya hidup turun. Kalau turun maka mereka memiliki keleluasaan untuk memanfaatkan dananya, sekaligus keleluasaan waktunya," pungkas Anies. [Detik]

TAGS:
DKI JakartagubernurAnies Baswedankemacetantransportasi

RELATED STORIES

Loading interface...