Apa Bedanya Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan?

Rusmanto
Rusmanto

Apa Bedanya Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan? ilustrasi

Winnetnews.com - Hampir setiap orang pernah mengalami stres. Entah itu karena kerjaan kantor yang mepet deadline, konflik keluarga atau pasangan, hingga hal yang sepele seperti stres menghadapi macetnya jalanan ibukota. Rasa takut, waswas, dan kecemasan yang mencekik akibat stres ini bisa menyengsarakan dan terasa seperti takkan ada habisnya.

Di sinilah Anda harus mulai berhati-hati. Stres berat yang makin menjadi dan tidak segera ditangani dapat berujung pada sejumlah gangguan kejiwaan kronis, seperti depresi dan gangguan kecemasan

Dan jika gangguan kronis ini tidak ditangani dengan baik, keduanya bisa sangat merusak kualitas hidup Anda. Penting bagi Anda untuk dapat mengenali perbedaan antara stres, gangguan kecemasan, dan depresi agar bisa mendapatkan bantuan yang tepat sebelum terlambat.

Apa itu stres?

Stres adalah bentuk reaksi pertahanan diri ketika Anda berada dalam situasi yang penuh tekanan. Meski tidak disukai, stres sebenarnya merupakan bagian dari insting primitif manusia untuk menjaga kita tetap aman dan hidup.

Begitu Anda dihadapkan dengan situasi pemicu stres, misalnya saja presentasi proyek kerjaan minggu depan, tubuh merasakan hal tersebut sebagai bahaya atau ancaman. Untuk melindungi Anda, otak akan mulai memproduksi sejumlah hormon dan senyawa kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin yang memicu reaksi “fight or flight” dalam tubuh.

Kadangkala, stres dapat memberikan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Namun lebih seringnya, stres justru membuat otak membanjiri tubuh dengan ketiga hormon tersebut sehingga Anda jadi terus-menerus merasa kalut, cemas, dan gelisah. 

Di saat yang bersamaan, darah akan difokuskan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Ini sebabnya banyak orang yang sulit berpikir jernih saat dihantui stres.