Apa Sih Maunya Hari Tanoe?
Nasional

Apa Sih Maunya Hari Tanoe?

Kamis, 21 Jan 2016 | 07:11 | Liani
WinNetNews.com - Direktur Media Nusantara Citra (MNC) Syafril Nasution menepis tudingan bahwa bosnya, Hary Tanoesoedibjo mengirim layanan pesan singkat (SMS) bernada ancaman ke Jaksa Agung M Prasetyo.

Menurut Syafril, tak mungkin CEO MNC Group itu bertindak sembarangan dengan mengirim SMS ancaman ke pihak lain karena Kejagung mengusut kasus dugaan korupsi restitusi pajak PT Mobile 8 Telecom.

“‎Apa masuk diakal secara logika. Pak Hary bukan seorang pengusaha kecil. Dia tahu posisi dia sebagai seorang public figure," ujar Syafril Rabu (20/01/2016).

Lagi pula, lanjut Syafril, nomor telepon pengirim SMS ancaman ke Kejagung itu juga belum bisa dipastikan milik Hary. Syafril mengaku melihat siaran televisi yang menayangkan pengakuan Prasetyo di depan Komisi III DPR terkait SMS ancaman itu,

Namun, Syafril justru bertanya balik. “Saya sendiri tadi menonton acaranya, di sini siapa sih yang mengancam?” ujarnya.

Ia justru mempertanyakan motif Kejagung mengusut kasus restitusi pajak Mobile 8. ‎Menurutnya, jika dilihat sebenarnya kasus itu bukan termasuk dalam korupsi, tetapi kesalahan pembayaran pajak. "Harusnya bisa dikenai denda," ucapnya.

Selain itu Syafril juga mengatakan, Kejagung mengusut kasus itu tanpa adanya aduan, tetapi berdasarkan pemeriksaan. "Kalau mengusut kasus kerugian negara, siapa yang mengadukan kerugian negara itu?‎ Dari dirjen pajak tidak pernah mengadukan ada kerugian," katanya.

Syafril bahkan menyebut nilai kerugian negara yang dituduhkan pun tak relevan. Sebab, MNC Group yang dipimpin Hary membayar pajak hingga triliunan rupiah.

Anehnya, sangkaan korupsi pajaknya hanya Rp 10 miliar. “Sepuluh miliar apa artinya?" ucap anak buah Hary Tanoe itu.

Syafril pun menjamin bosnya tak terlibat dalam kasus Mobile 8. Sebab, Hary meskipun pernah menjadi pemilik Mobile 8, namun tidak pernah duduk di jajaran direksi.

Sebelumnya, Prasetyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (20/01/2016), membacakan SMS berisi ancaman itu. Isinya adalah peringatan bahwa pengirim SMS itu akan menjadi penguasa dan menyikat jaksa yang kini menyudutkannya degan kasus hukum.

“Mas Dwiyanto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang personal dan siapa yang preman. Anda harus ingat bahwa kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik salah satu tujuannya memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional dan abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan di sini. Di situlah saatnya Indonesia akan dibuktikan,” kata Prasetyo membacakan SMS bernada ancaman itu.

Dilansir dari laman teropongsenayan 

TAGS:
Apa Sih Maunya Hari Tanoe?

RELATED STORIES

Loading interface...