Apakah Pandemi Corona Mempengaruhi Siklus Menstruasi?
Foto: Sog.com.sg
Kesehatan

Apakah Pandemi Corona Mempengaruhi Siklus Menstruasi?

Sabtu, 23 Mei 2020 | 11:45 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Tidak ada sesuatu yang terasa normal saat ini, akibat dari pandemi virus corona yang tengah terjadi. Kehidupan kita, kesehatan mental, bahkan mungkin siklus menstruasi pun dapat terpengaruh oleh pandemi ini.

Perasaan cemas yang timbul karena ketidakpastian virus corona telah meningkat bagi sebagian orang, dan tanpa disadari dapat memengaruhi siklus menstruasi. Dr Sarah Toler, selaku dokter praktik keperawatan dan penulis kesehatan wanita di aplikasi Clue mengatakan, stres bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Dia lalu menjelaskan, bahwa stres juga bisa mempengaruhi masa menstruasi.

“Stres mengaktifkan jalur hormonal dalam tubuh yang disebut poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA),” kata Rachel Toler. “Aktivasi ini mendorong pelepasan hormon stres, kortisol, dan hormon pelepas kortikotropin (CRH).”

Dilansir dari Cosmopolitan, ketiga kompenen tersebut (poros HPA, kotrisol, dan CRH) membantu mengendalikan respon stres dalam tubuh. Akan tetapi, pelepasan kortisol yang berlebihan dapat menekan kadar hormon reproduksi yang normal, sehingga menyebabkan ovulasi abnormal.

Hal tersebut diketahui dapat menganggu siklus menstruasi. Sehingga bisa saja kita mengalami keterlambatan atau bahkan sama sekali tidak datang bulan. Stres juga dapat berpengaruh terhadap durasi siklus menstruasi. Seseorang dengan tingkat stres tinggi, akan memiliki siklus yang lebih panjang, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, kita pun juga bisa mengalami masa Premenstrual Syndrome (PMS) lebih parah dari biasanya, seperti mood swing dan kram yang intens. “Meningkatnya nyeri saat menstruasi bisa menjadi salah satu efek samping dari situasi yang penuh stres ini. Dismenore (nyeri haid) telah dikaitkan dengan pekerjaan low control, insecure, dan dukungan dari rekan kerja rendah,” kata Dr Sarah.

Meski demikian, seseorang memiliki kemungkinan untuk tidak merasakan efek tersebut selama beberapa saat. Hal ini terjadi karena mungkin stres dari bulan sebelumnya mempengaruhi frekuensi dimenore, sehingga seseorang tidak mengalami menstruasi yang nyeri akibat dari stres sampai bulan berikutnya.

Dr Sarah menyerankan, jika pandemi Covid-19 dan masa karantina ini mempengaruhi kita secara mental, maka hal terbaik yang bisa dilakukan adalah foksu terhadap diri sendiri dan lakukan aktifitas self-care.

TAGS:
kesehatanSiklus Menstruasipandemi virus coronastres

RELATED STORIES

Loading interface...