Apple Klaim Bisa Untung dari Kejadian Bencana Alam

Rusmanto
Rusmanto

Apple Klaim Bisa Untung dari Kejadian Bencana Alam ilustrasi

WinNetNews.com - Apple mengklaim bahwa bencana alam bisa meningkatkan permintaan terhadap iPhone. Hal tersebut dilaporkannya kepada CDP, organisasi nirlaba yang melacak dampak lingkungan terhadap sebuah perusahaan.

Dalam laporan tersebut, vendor smartphone asal Cupertino, California, Amerika Serikat itu merinci peluang sekaligus ancaman yang bisa ditimbulkan dari alam terhadap bisnisnya. Dari situ, pihaknya percaya bahwa bisnis iPhone bisa mendapat keuntungan dari kondisi cuaca yang buruk.

Lantas, bagaimana bisa Apple mendapat keuntungan dari musibah? "Perangkat mobile bisa diandalkan untuk menjadi tulang punggung jaringan komunikasi dalam situasi darurat," tulis perusahaan tersebut dalam laporannya.

"Ia bisa menjadi senter atau sirine; mereka bisa memberikan instruksi mengenai pertolongan pertama; perangkat ini bisa menjadi radio; dan dayanya bisa diisi dengan baterai mobil untuk beberapa hari," kata Apple melanjutkan, sebagaimana dikutip dari The Independent.

Lebih lanjut, perusahaan pimpinan Tim Cook mengklaim fitur di dalam iPhone dan Apple Watch juga dapat meningkatkan kesetiaan pelanggan sekaligus permintaan dari pasar. Sejumlah fitur yang dimaksud adalah SOS, aplikasi pencarian teman, dan senter yang bisa diakses dengan cepat.

Total keuntungan finansial yang bisa diraup Apple dari bencana alam bisa mencapai USD 920 juta, atau sekitar Rp 12,9 triliun. Meski demikian, kerugian yang mengancam juga tidak bisa dibilang sedikit, yaitu sekitar Rp 300 juta (Rp 4,2 triliun) terkait kerusakan infrastruktur yang dibutuhkan dalam memasarkan produk.

 

 

 

Artikel ini telah tayang di www.detik.com dengan judul "Apple Bisa Untung Rp 12 Triliun dari Bencana Alam, Kok Bisa?"