April Bisa Deflasi Akibat Turunnya Harga BBM dan Listrik
Nasional

April Bisa Deflasi Akibat Turunnya Harga BBM dan Listrik

Jumat, 1 Apr 2016 | 14:17 | Rusmanto
WinNetNews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan bakal terjadi deflasi pada April 2016. Seiring penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), tarif dasar listrik, serta tarif angkutan umum.

Deflasi bisa terjadi, asal harga pangan seperti bawang dan cabai dapat dijaga.

"Saya kira indikasinya kalau tidak ada yang lain, bawang baik merah dan putih, cabai merah, rawit itu bisa dijaga, saya kira April punya peluang deflasi," kata Sasmito Hadiwibowo, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Sasmito menyampaikan, bobot dari harga BBM terhadap indeks harga konsumen adalah 3,61%, dengan bensin Premium menyumbang porsi 3,2%. Ini merupakan efek langsung terhadap konsumen.

Kemudian adalah tarif listrik. Sasmito menyebutkan, bobot tarif listrik terhadap indeks harga konsumen adalah 2,5%. "Maret sendiri sudah ada dampaknya, kemudian April saya kira akan berdampak juga, karena bobot tarif listrik kan 2,5%," paparnya.

Sementara untuk angkutan umum, Sasmito melihat dampaknya tidak akan terlalu signifikan. Dikarenakan berdasarkan tahun-tahun sebelumnya, tidak semua angkutan akan menurunkan tarif di waktu yang sama.

"Realisasi oleh para pengusaha angkutan, kalau diaturnya mulai 1 April, tapi baru diturunkannya 15 April ya baru terasa akhir bulan. Saya kira juga tidak akan serentak, pengalaman dulu-dulu malah akan menyebar ke bulan selanjutnya," kata Sasmito.

disadur dari situs detik finance

TAGS:
BPSBadan Pusat StatistikKantor Pusat BPSdeflasiBahan Bakar MinyakSasmito Hadiwibowo

RELATED STORIES

Loading interface...