AS Seret Produk China ke Pusaran Konflik Politik
Pemasaran Huawei dipersoal Amerika Serikat. (Foto: New York Post)
Ekonomi dan Bisnis

AS Seret Produk China ke Pusaran Konflik Politik

Selasa, 19 Mei 2020 | 13:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Perang dingin antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dan China masih berlanjut. Dua negara ini lagi-lagi menyeret Huawei ke pusaran konflik politik.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (19/5) Bbaru-baru ini, pemerintah AS di bawah Donald Trump berupaya menghambat produksi chipset Huawei.

Departemen Perdagangan AS, pada Jumat (15/5), mewajibkan semua perusahaan semikonduktor untuk memiliki izin lisensi ketika akan menjual produknya ke Huawei.

Aturan ini resmi berlaku per 15 Mei dengan tenggang selama empat bulan atau 120 hari. 

"Kebijakan ini mengutamakan Amerika, mengutamakan perusahaan Amerika, dan keamanan nasional Amerika," jelas perwakilan Departemen Perdagangan AS.

Departemen Perdagangan AS berdalih bahwa kebijakan ini dibuat agar Huawei tidak main-main dengan statusnya sebagai perusahaan "entity list".

Seperti diketahui, tahun lalu, AS memasukan Huawei ke dalam daftar hitam yang artinya tidak boleh berbisnis langsung dengan perusahaan AS.

"Ada celah teknis yang cukup tinggi di mana Huawei bisa, secara efektif, menggunakan teknologi dengan pabrikan dari luar negeri," kata Wilbur Ross, Sekertaris Perdagangan AS.

China tidak tinggal diam menanggapi pembatasan terhadap Huawei.

Dilaporkan Reuters yang dihimpun KompasTekno, Negara Tirai Bambu akan melakukan investigasi dan memperketat pembatasan terhadap perusahaan asal AS, seperti Apple, Cisco System, dan Qualcomm, termasuk menunda pembelian pesawat Boeing.

Perwakilan Departemen Perdagangan membantah bahwa aturan ini merupakan pemblokiran bisnis Huawei.

"Ini adalah syarat lisensi. Bukan berarti hal itu (Huawei) ditolak," jelasnya.

Aturan ini lebih dimaksudkan untuk memberikan visibilitas lebih besar bagi pemerintah AS untuk memantau pengiriman barang dari negaranya.

"Apa yang kami lakukan dengan pengajuan lisensi, kami lihat nanti. Setiap pengajuan akan dinilai berdasarkan kemampuan," imbuhnya.

Kabar ini langsung menghantam nilai saham beberapa perusahaan semikonduktor AS, seperti Lam Research dan KLA Corp yang nilai sahamnya masing-masing turun 6,4 persen dan 4,8 persen dalam perdagangan AS.

Pabrikan chipset asal Taiwan TSMC yang memiliki kontrak besar dengan Huawei juga terdampak aturan ini. TSMC akhirnya memutuskan untuk mematuhi aturan baru dari pemerintah AS.

Perusahaan memutuskan untuk berhenti menerima pesanan baru dari Huawei dan tetap melanjutkan pesanan lama dari perjanjian sebelumnya. Pengriman komponen TSMC ke Huawei akan berlanjut untuk sementara waktu hingga kuartal III-2020, sebagaimana diaporkan Gizmo China.

TAGS:
Amerika SerikatChinaHuaweimenghambat produkschipset

RELATED STORIES

Loading interface...