Awas… Bila Tak Sering Ganti Sikat Gigi! Bisa Menyebabkan Masalah Loh
Ilustrasi sikat gigi  ( Photo Shutterstock )
Kesehatan

Awas… Bila Tak Sering Ganti Sikat Gigi! Bisa Menyebabkan Masalah Loh

Sabtu, 14 Mar 2020 | 16:37 | Muchdi

Winnetnews.com -  Kapan terakhir kali Anda mengganti sikat gigi? Sebagian dari Anda mungkin pernah mengetahui bahwa mengganti sikat gigi idealnya setiap 3 hingga 4 bulan. Tapi bagaimana bila kita menyepelekannya?

Ya, satu sikat gigi tidak bisa dipakai untuk selamanya dan tidak segera menggantinya bisa menyebabkan masalah, seperti kerusakan gigi dan berbagai penyakit mulut, gigi, dan gusi serta pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

"Masalah gigi dan mulut bisa dicegah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi dan melakukan pemeriksaan rutin, ujar Sally Cram, DDS, juru bicara American Dental Association (ADA), seperti dikutip Readers Digest.

Salah satu masalah paling umum yang bisa terjadi akibat penggunaan sikat gigi tua adalah bau mulut yang sangat buruk.

“Ketika Anda tidak mengganti sikat gigi, bulunya bisa menjadi usang. Hal ini membuat sikat gigi jadi kurang efektif dalam menghilangkan plak dan sisa makanan di sekitar gigi," kata Dr. Chern.

"Pengangkatan plak yang kurang efektif dapat menyebabkan bakteri berlebih di mulut, yang menyebabkan bau mulut," jelasnya.

Masalah lain yang dapat terjadi adalah menumpuknya bakteri di mulut yang menyebabkan infeksi ulang dan peningkatan radang gusi.

"Saya juga merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi bila seseorang sering terkena penyakit seperti flu, ataupun infeksi bakteri," katanya, seperti dikutip Well and Good.

Untungnya, ada banyak cara mudah untuk memastikan Anda mengganti sikat gigi secara teratur.

“Satu saran adalah membeli beberapa sikat gigi sekaligus,” kata ortodontis Ana Castilla, DDS. Dengan begitu, ketika tiba saatnya mengganti sikat gigi, Anda sudah memiliki simpanan di rumah. Anda juga dapat mempertimbangkan sikat gigi elektrik agar hanya mengganti kepala sikat gigi baru setiap tiga bulan.

- Pengecualian aturan

Pengecualian aturan di atas tidak berlaku jika Anda memiliki tambalan gigi atau plak gigi. Menurut Dr.Cram, keduanya akan membuat sikat gigi lebih cepat rusak.

Pengecualian lainnya yaitu jika Anda terinfeksi penyakit menular. Jika Anda tidak menggantinya setelah Anda sembuh, Anda akan terinfeksi kembali, ujar Janna Burnett, DDS, asisten klinis profesor kedokteran gigi komprehensif di Texas A&M College of Dentistry di Dallas.

Anda juga harus mempertimbangkan untuk mengganti sikat gigi yang telah jatuh ke permukaan yang kotor, tambah Dr. Burnett.

TAGS:
gigiinfeksisikat gigiasamenamel

RELATED STORIES

Loading interface...