Ayah Bunda Wajib Simak! Begini Cara Saling Berbagi Waktu dan Beban Urus Rumah dan Anak
Ilustrasi mengurus rumah tangga dan anak. (Foto:
Relationship

Ayah Bunda Wajib Simak! Begini Cara Saling Berbagi Waktu dan Beban Urus Rumah dan Anak

Kamis, 9 Jul 2020 | 15:17 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Mempunyai anak merupakan anugerah terindah bagi setiap pasangan yang baru menikah. Saat anak lahir, menjadi orang tua baru merupakan tanggung jawab pasangan suami istri

Dasarnya adalah kekompakan saat mengurus anak dan rumah tangga agar beban bisa dibagi, bukan diserahkan ke satu pihak saja. Bukan berarti membagi beban mengurus anak dan rumah tangga harus 50-50 (fifty-fifty) ya.

Tentunya beban tersebut juga harus melihat kondisi yang ada dalam keluarga inti. Biarpun tergantung pada kondisi yang situasional, kedua belah pihak harus tetap melibatkan diri ya.

Memang butuh waktu untuk memulihakn tenaga sehigga pasangan kita perlu beralih ke pekerjaan rumah. Terlebih jika kita tidak ada asisten rumah tangga (ART).

Mengingat akan hal tersebut, tiap pasangan juga harus melihat letak kemampuan masing-masing. Contohnya, jika suami bisa masak, maka suami harus menyadari akan tugas untuk menyiapkan makanan ketika istri mengerjakan pekerjaan yang lain.

Nah, perihal pengasuhan anak ini yang dianggap sangat sulit bagi sebagian kalangan pasangan baru menikah dan memiliki si kecil. Sejatinya, baik suami maupun istri harus terlibat dalam mengganti popok, memandikan, menidurkan anak, menyuapi anak, bahkan saat tengah malam memberikan simpanan ASI perah (ASIP)

“Intinya adalah suami istri memiliki spirit untuk saling mendukung dan bekerja sama karena anak adalah buah hati berdua, begitu pula rumah adalah rumah berdua. Namun, jangan lupa lakukan diskusi terlebih dulu dengan kepala dan hati dingin saat membagi peran dan tugas ini dengan suami. Sebab, setiap pasangan pasti beragam sekali kondisinya,” jelasSri Juwita Kusumawardhani., M.Psi, Psikolog., psikolog klinis, dosen, dan pendiri Cinta Setara seperti dilansir NOVA, Rabu (8/7).

Kalau suami sulit diajak kerja sama, bagaimana?

“Sebisa mungkin diajak diskusi dandiingatkan bahwa ini peran dan tanggung jawab bersama. Namun, jika memang mengalami kebuntuan dan tidak berhasil mencapai kesepakatan, maka para ibu perlu fokus menyelesaikan tugas yang ada, namun juga tidak melupakan kesehatan dan kewarasan diri sendiri,” saran Wita.

Ada caranya, lho, agar tetap waras. Pertama, buat jadwal rutin untuk tahu target kegiatan setiap hari. Ya, jangan nekat melakukan seluruh tugas dalam satu hari.

Lalu, sebisa mungkin selipkan satu atau dua kegiatan yang menyenangkan untuk kiya (me time) atau beristirahat. Meski hanya sekitar lima hingga lima belas menit.

Kedua, tentukan batasan waktu pada setiap kegiatan sehingga bisa fokus dan tidak berlama-lama saat mengerjakannya.

Ketiga, delegasikan tugas yang memang bisa dikerjakan oleh orang lain, misalnya mencuci baju di layanan laundry. Ya, penting bagi para ibu untuk memilah tugas yang perlu dikerjakan sendiri dan yang bisa dibantu oleh pihak lain.

Keempat, ingat bahwa fokus utama adalah mengurus si kecil, sehingga membereskan rumah sebenarnya bisa dijadikan prioritas kesekian. 

Jika suami mengeluh, maka sampaikan bahwa kita butuh bantuan. Berikanlah arahan dan utarakan kondisi serta keinginan kita selama menjalani masa transisi ini.

Kelima, ingatlah juga untuk melepaskan standar mencapai kesempurnaan agar beban tidak semakin berat ketika harapan tak sesuai realitas.

Selamat mencoba ya!

TAGS:
pasangan suami istriorang tua barurumah tangga

RELATED STORIES

Loading interface...