Bak Drama Korea, Perang Dagang AS-China Bikin IHSG Susah Bangkit
Hubungan dagang AS-China kian memanas. (Foto: Vietnam Times)
Ekonomi dan Bisnis

Bak Drama Korea, Perang Dagang AS-China Bikin IHSG Susah Bangkit

Senin, 18 Mei 2020 | 11:24 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Kembali memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan China di tengah pandemi Covid-19 kian mengangkat ketidakpastian pasar.

Tidak hanya itu, sepekan menjelang Lebaran biasanya transaksi saham akan cenderung terbatas sehingga IHSG diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya.

Jum'at akhir pekan lalu (15/5), IHSG finis di zona merah dengan koreksi 0,13% ke posisi 4.507,60. Nilai transaksi mencapai Rp6,84 triliun dari 6,92 miliar saham yang diperdagangkan dan pelaku pasar asing membukukan jual bersih Rp 1,09 triliun.

Melansir CNBCIndonesia.com, Senin (18/5), PT Valbury Sekuritas mencermati, sentimen dari dalam negeri hari ini bersumber dari pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani bahwa Indonesia dan sejumlah negara lain di dunia cukup terhantam keras karena Covid-19. 

Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario terburuk bisa minus hingga 0,4%. Hal ini bisa terjadi karena kondisi yang sekarang akan berimbas pada turunnya konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga.

Ketidakpastian akibat ketegangan perdagangan AS-China juga kembali meningkat setelah Trump memberikan pernyataan AS tidak segan-segan akan memutus hubungan dengan China, karena dianggap gagal menahan pandemi covid-19. 

Pernyataan Trump ini akhirnya mengundang kritik dari orang-orang dekat Xi Jinping. Selain itu, kedua negar ini makin intensif menerjunkan militernya di Laut China Selatan.

"Pekan ini hari transaksi bursa yang terbatas jelang libur panjang lebaran dan faktor ketidakpastian dari pasar global, membuat saham BEI bergerak mixed dengan peluang melemah di minggu ini," tulis Valbury Sekuritas, Senin (18//5).

Head of Research PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang berpendapat, pada perdagangan awal pekan ini IHSG rawan kembali terkena aksi ambil untung di tengah penuruann harga komododitas seperti batu bara, nikel dan timah.

Di sisi lain, kata Edwin, belum terlihat adanya tanda-tanda penurunan korban yang terjangkiti dan tewas akibat Virus Corona di Indonesia. Hingga kemarin, terdapat 17,514 orang yang sudah positif Covid-19 di Indonesia dengan jumlah korban tewas 1,148 orang atau Fatality Rate sebesar 6.55%.

"IHSG berpotensi kembali turun, ditengah investor asing yang terus membukukan Net Sell," kata Edwin Sebayang.

IHSG, katanya, diperkirakan akan bergerak melemah pada rentang 4.465 - 4.545.

TAGS:
hubungan dagangAS-Chinatransaksi sahamIHSG

RELATED STORIES

Loading interface...