Bangun Instalasi Listrik Bawah Tanah, PLN Anggarkan Rp289 M untuk Jakarta
Ilustrasi pekerja instalasi listrik bawah tanah. [Foto: listrikindonesia.com]
Jakarta

Bangun Instalasi Listrik Bawah Tanah, PLN Anggarkan Rp289 M untuk Jakarta

Jumat, 8 Nov 2019 | 09:03 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Anggaran dana sebesar Rp289 miliar akan digelontorkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Disjaya dalam membangun jaringan kabel listrik atau instalasi bawah tanah di Jakarta.

Mengutip laman Kompas.com, General Manager (GM) Ikhsan Asaad menuturkan, anggaran sebesar itu bakal digunakan di 81 ruas jalan di Jakarta. Namun ia mengaku tak bisa mentanahkan semua kabel PLN.

“Ini kan biayanya mahal sekali, enggak mungkin kami bisa mentanahkan semua kabel ini. Ini saja saya mentanahkan lebih kurang Rp200 miliar untuk total DKI. Kalau ada 81 ruas berarti Rp289 miliar,” kata Ikhsan di Kantor PLN, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Ia kemudian merincikan bahwa harga kabel udara adalah Rp40.000 per meter sedangkan kabel tanah Rp400.000 per meter. Jika ruas jalan di DKI Jakarta sebanyak 81 ruas, maka PLN harus menyiapkan dana Rp289 miliar.

Sebelumnya beberapa kawasan yang sudah diturunkan jaringan kabelnya adalah kawasan Cikini Jakarta Pusat dengan panjang jalan 2 sampai 4 km. Selanjutnya yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan adalah Kemang, Salemba dan Raharjo. Sedangkan Sudirman – Thamrin sudah selesai sejak lama.

Ikhsan menyebutkan bahwa pada dasarnya instalasi underground tidak diperlukan selama penataan tiang dan kabelnya rapi. Namun ia menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar seluruh jaringan kabel di DKI bisa beralih ke instalasi bawah tanah atau underground.

“Kita harus lihat, di manapun kalau cuma jalan protokol tetap saja dibikin kabel udara, yang penting rapi. Kalau semrawut kan bisa mengganggu lalu lintas dan tilihat tidak bagus,” jelas Ikhsan.

Adapun alasan Ikhsan hingga kini belum melakukan perapian kabel-kabel listrik di beberapa kawasan adalah karena masalah kabel telematika yang masih terikat pada kabel PLN. Ia menyebutkan kondisi tersebut berpotensi merugikan PLN karena membahayakan pekerja PLN.

“Yang diminta itu adalah jalan-jalan protokol, tapi lihat itu di depan kantor saya ada kabel telematika. Kami enggak akan turunkan (kabel udara) kalau kabel lain (telematika) masih ada. Karena kalau kabel saya turunkan, orang saya kerja dan mengenai kabel kestrum, rusak kabel saya kan harus ganti, listri padam nanti saya yang di komplen. Seperti kemarin kabel berasap di Cikini saya yang dikomplen,” pungkas Ikhsan.

TAGS:
plnlistrikJakartainstalasi bawah tanah

RELATED STORIES

Loading interface...