Bank Jerman Tertarik Beri Pinjaman ke BUMN untuk Beli Saham Freeport

Karna H.

Dipublikasikan 4 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Bank Jerman Tertarik Beri Pinjaman ke BUMN untuk Beli Saham Freeport
Penambangan Freeport di Papua/Istimewa

WinNetNews.com - Bank asal Jerman, Deutsche Bank, tertarik memberikan pinjaman kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membeli saham PT. Freeport Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

"(Divestasi saham Freeport) So far bagus, tadi Deutsche Bank datang. Dia berminat membantu financing misalnya BUMN yang akan masuk ke Freeport," ujar Luhut, seperti dikutip dari bareksa.com pada Rabu (20/09/2017).

Berikut adalah intisari perkembangan penting di pasar modal dan aksi korporasi, yang disarikan dari media dan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia hari ini:

PT. Perusahaan Listrik Negara

PLN mencatat hingga saat ini terdapat 14 ribu Megawatt (MW) dari total proyek listrik 35 ribu MW yang sudah selesai melakukan financial close yang terdiri dari proyek yang dikerjakan Independent Power Producer (IPP) dan PLN.

Ini berarti sudah ada proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 14 ribu MW yang siap dibangun. Selain itu, PLN juga mencatat ada sebanyak 12 ribu MW yang tengah dalam proses financial close.

Sementara itu untuk sisanya sebesar 6.000 MW diproyeksi akan selesai pada awal 2018. Dengan begitu hingga akhir tahun akan ada sekitar 20 ribu MW pembangkit listrik yang selesai melakukan proses financial close dan siap melakukan konstruksi.

PT. Bank Negara Indonesia, Tbk (BBNI)

BBNI turut mendukung penguatan petani jagung di Provinsi Bengkulu, sebagai salah satu upaya menjamin ketahanan pangan serta bentuk dukungan terhadap Gerakan Menanam Jagung yang digagas Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.

BNI menyerahkan kredit usaha rakyat (KUR) secara simbolis kepada 25 petani jagung asal Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu sebagai salah satu upaya percepatan penyaluran kredit ke sektor pertanian dan perkebunan yang hingga saat ini telah tersalurkan oleh BNI sebesar Rp37 triliun.

PT. Bank Mandiri, Tbk (BMRI)

Menjelang elektronifikasi jalan tol serta tengah didorongnya transaksi non tunai membuat bank habis-habisan gelontorkan anggaran.

Salah satunya adalah BMRI yang mengatakan dalam lima tahun terakhir sudah mengalokasikan anggaran belanja hingga Rp1 triliun khusus untuk pengembangan digital banking.

PT. Waskita Beton Precast, Tbk (WSBP)

WSBP menyatakan akan menangani 70 persen proyek internal atau proyek induk usahanya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan sisanya 30 persen lainnya merupakan proyek eksternal sampai akhir 2017.

Direktur Utama Waskita Beton Precast, Jarot Subana, mengatakan pihaknya berharap porsi proyek eksternal dan internal secara progresif akan menjadi seimbang masing-masing sebesar 50 persen pada tahun-tahun berikutnya.

PT. Tower Bersama Infrastructure, Tbk (TBIG)

TBIG mengumumkan bahwa perseroan telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2017.

Total penerbitan Obligasi TBIG II Tahap lll sebesar Rp700 miliar dengan menawarkan kupon tetap 8,4 persen untuk tenor 3 tahun dan kupon yang dibayarkan setiap kuartal.

Obligasi TBIG lI Tahap III telah memperoleh peringkat AA dari Fitch Indonesia. TBIG akan mencatatkan obligasi ini di Bursa Efek Indonesia pada 20 September 2017.

Industri Pembiayaan

Setelah melewati masa sulit dalam beberapa tahun ke belakang, sektor industri ini mulai bangkit. Per Juli kemarin, laba setelah pajak dari industri multifinance tercatat Rp7,34 triliun. Jumlah ini naik 10,3 persen dari periode yang sama di tahun kemarin yang sebanyak Rp6,65 triliun.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...