Banyak Bahaya Mengintai Akibat Terlalu Banyak Duduk

Oky
Oky

Banyak Bahaya Mengintai Akibat Terlalu Banyak Duduk Sumber Foto : Istimewa

Winnetnews.com - Coba hitung, dalam sehari berapa jam Anda duduk? Di kantor sudah pasti Anda lebih sering duduk. Bahkan niat ke bank batal karena ada fasilitas internet banking. Seakan nggak cukup, di rumah pun sulit beranjak dari sofa favorit. Ups!

Terjebak rutinitas

Studi yang dilakukan institute for Medicine and Public Health menyebutkan, pekerja kantoran rata-rata menghabiskan 56 jam seminggu untuk duduk. Bahkan diperkirakan porsi duduk Anda lebih lama dibandingkan pria, karena pria cenderung lebih aktif bergerak.

Terlalu lama duduk juga membuat aliran pembuluh darah melambat sehingga menimbulkan varises, penggumpalan darah, bahkan ambeien. Fatalnya lagi, kurang herak memicu hipertensi, kaena pembuluh darah mengalami penyempitan akibat terbiasa memompa darah dengan lambat.

Yang paling terasa adalah melemahnya otot dan sendi akibat nggak bergerak dalam waktu lama. Otot dan sendi membutuhkan gerakan agar tetap lentur. Berdiam diri membuat kekuatannya nggak berkembang sehingga tubuh terasa berat dan kaku. Jika Anda nggak juga membiasakan bergerak, otot pinggul, punggung bawah menjadi tegang sehingga dapat menimbulkan cedera saat olahraga berat (sperti angkat beban atau lari jarak jauh)

“Gaya hidup modern yang serbamudah membuat masyarakat kurang bergerak. Walau duduk, tuh, nyaman, tapi dapat menimbulkan penyakit yang menyerang otot, tulang, sendi, hingga jantung jika dilakukan terlalu lama,” ujar dr. Marcella Adisuhanto dari FK/RS Atma Jaya,

Bahaya kursi nyaman

Jujur, Anda pasti pernah menyalahkan kursi yang bikin Anda lupa berdiri. Anda nggak sepenuhnya salah jika kursi kerja Anda sifatnya ergonomis—menopang seluruh tubuh dengan baik—lengkap dengan arm rest dan sandaran nyaman yang fleksibel. Kursi seperti ini lebih mampu menjaga postur tulang belakang dan kenyamanan Anda dibandingkan kursi kayu yang keras.

John J. Triano, DC, Ph.D Co-Director di Conversation Medicine Texas Back Institute menyarankan, jika Anda bisa berada berjam-jam bekerja di depan meja, Anda butuh kursi dengan arm rest. Fungsinya untuk mencegah kakunya otot bahu dan lengan. Pasalnya otot bahu yang kaku menyebabkan leher cepat keriput.

Sayangnya kursi yang nyaman sekalipun tidak bisa mengurangi risiko melambatnay aliran darah. Saat duduk, Anda nggak selamanya bersandar ke belakang. Malah saking asiknya membuat laporan hasil kerja, Anda nggak lagi memerhatikan posisi duduk. Anda justru bertumpu ke depan sehingga posisi tubuh membungkuk yang menyebabkan sakit punggung.

Waspadai kegemukan 

Nggak ada porsi yang pas untuk duduk dalam sehari. Penelitian Biomedical Research Center Amerika menyebutkan duduk lebih dari tiga jam sehari meningkatkan risiko diabete tipe 2 dan penyakit jantung coroner.

Menurut dr. Marcella, “Saat kita diam, tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak yang membuat tubuh kegemukan. Akibatnya kolesterol baik (HDL) menjadi nggak optimal karena tertekan lemak sehingga berisiko terserang kolesterol tinggi dan stroke.”

Kurang gerak juga menyebabkan lemak dan gula darah yang tesimpan di dalam tubuh tertimbun di perut bagian dalam. Akibatnya, tubuh berisiko mengeluarkan ratusan jenis hormon dan protein penyebab obesitas dan penyakit kardiovaskular.

Olahraga sesekali nggak menjamin Anda kebal terhadap risiko ini. Lakukan gerakan kecil saat Anda terjebak duduk lama di depan meja.

Mulailah dengan:
- Menggoyangkan kaki
- Meluruskan kaki
- Mengangkat bahu
- Menolehkan kepala, dan
- Berdiri (minimal 3 menit) setiap 30 menit
Lalu seimbangkan kebiasaan ini dengan meminimalisasi durasi duduk saat berada di rumah.