Banyak Komentar Jahat Netizen, Situs Berita Terbesar Korea Naver Akan Tutup Kolom Komentar untuk Artikel Hiburan
Foto: Asia.nikkei.com
Celebrity

Banyak Komentar Jahat Netizen, Situs Berita Terbesar Korea Naver Akan Tutup Kolom Komentar untuk Artikel Hiburan

Kamis, 20 Feb 2020 | 10:39 | Nisa Diniah

Winnetnews.com - Mental illness tampaknya masih menjadi masalah tersendiri yang kini tengah dihadapi oleh sejumlah selebriti di industri hiburan Korea Selatan. Hal ini karena banyaknya serangan komentar jahat dari netizen yang terus-menerus ditujukan kepada selebriti. 

Terus-menerus disudutkan dan dihujat membuat para selebriti Korea menderita depresi. Dampaknya pun tidak sepele. Dampak terburuk dari kasus ini adalah kematian. Hal ini terjadi pada Sulli dan Goo Hara yang memilih mengakhiri nyawanya karena semasa hidup sering mendapat kecaman dari netizen. 

Menanggapi hal ini, situs berita terbesar Korea Selatan yakni Naver telah memutuskan akan segera menutup kolom komentar pada website mereka. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh pihak Naver melalui siaran pers pada hari Rabu (19/02).

image0

Dalam siaran pers ini, Naver menyebutkan bahwa mereka akan menutup kolom komentar untuk setiap artikel pada kategori hiburan terhitung mulai bulan Maret mendatang. Keputusan tersebut diambil oleh pihak Naver karena maraknya komentar netizen yang sudah melanggar hak dan privasi para selebriti di Korea Selatan.

Meskipun tak dipungkiri kolom komentar juga dipenuhi dengan banyak komentar dukungan penggemar, Naver menyatakan bahwa komentar negatif yang jumlahnya sedikit juga bisa memberikan dampak negatif yang besar terhadap selebriti yang bersangkutan. Penutupan kolom komentar pada kategori hiburan ini akan dilakukan hingga waktu yang belum ditetapkan.

Selain itu, Naver telah memutuskan untuk menangguhkan layanan kata kunci pencarian real-time selama pemilihan umum di Korea Selatan yang akan dilangsungkan pada 15 April mendatang. Layanan pencarian kata kunci Naver sering menuai kritik karena dianggap telah kehilangan fungsi utamanya dan berubah menjadi tempat konfrontasi antara pro dan kontra ketika pemilihan

Menteri Kehakiman Korea Selatan pada Agustus 2019. Naver secara perlahan berusaha untuk mengembalikan kredibilitas, salah satunya dengan mengatur peringkat kata-kata pencarian secara individu, namun akhirnya memutuskan untuk menangguhkan sementara layanan tersebut demi mencegah terjadinya isu politik pada saat pemilihan umum yang akan datang. 

TAGS:
Naverentertainmentnetizen

RELATED STORIES

Loading interface...