Batik Air Tabrakan, KNKT Periksa Rekaman Komunikasi Pilot dengan ATC
Nasional

Batik Air Tabrakan, KNKT Periksa Rekaman Komunikasi Pilot dengan ATC

Selasa, 5 Apr 2016 | 06:46 | Rusmanto
WinNetNews.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki insiden tabrakan pesawat Batik Air dengan pesawat TransNusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Tim KNKT akan memeriksa rekaman percakapan antara pilot Batik Air dengan pihak pemandu lalu lintas udara ( Air Traffic Controller/ATC ).

Baca juga: Batik Air dan TransNusa Bertabrakan di Landasan Pacu Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur

"Kami besok klarifikasi, di sini juga ada bukti yang merekam komunikasi antara tower dan pesawat. Akan buka rekaman di tower juga, kita tulis transkripnya apa yang terjadi, di mana masalahnya. Besok baru kita lakukan pendalaman," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4/2016) malam.

Selain memeriksa rekaman komunikasi, KNKT juga meneliti black box di pesawat Batik Air yang membawa 49 penumpang dan 7 kru termasuk pesawat TransNusa yang tertabrak saat sedang ditarik/towing ke hanggar.

"Kami saat ini dalam tahap pengumpulan data, termasuk mengumpulkan black box yang ada di kedua pesawat. Besok pagi kami akan men- download isi black box untuk mengetahui data-data yang ada di kedua pesawat tersebut. Besok juga akan kembali ke Halim untuk meminta keterangan dari petugas," sambung Soerjanto.

Akibat tabrakan sekitar pukul 19.55 WIB, Senin (4/4) pesawat Batik Air mengalami rusak dan terbakar di bagian wingtip. Sedangkan ATR TransNusa juga mengalami kerusakan di stabilisator vertikal atau fins sirip termasuk di bagian mesin.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi saat dikonfirmasi terpisah, mengatakan sejumlah kemungkinan termasuk faktor human error bisa jadi penyebab tabrakan dua pesawat.

"Kami masih belum bisa menduga-duga apakah penyebab karena kesalahan command ATC dari controller atau operator yang salah menerjemahkan instruksi dari ATC. Ini nantinya bisa kesalahan ATC bisa juga kesalahan operator towing atau kesalahan pilot yang tidak patuh karena take off saat landasan belum dinyatakan clear . Dugaan-dugaan ini yang nanti didalami," tutur Agus.

disadur dari situs detik news

TAGS:
black boxBatik Airpt angkasa pura IIknkttabrakan pesawatTransNusaBandara Halim PerdanakusumaAir Traffic Controller ATCAgus Haryadi

RELATED STORIES

Loading interface...