BBM Naik Lagi, Fadli Zon Beri Komentar Pedas

Oky

Dipublikasikan 4 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

BBM Naik Lagi, Fadli Zon Beri Komentar Pedas
Sumber : Istimewa

Winnetnews.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax oleh PT Pertamina dikritik Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurutnya, meskipun pertamax bukan jenis BBM bersubsidi, pemerintah harusnya tetap memikirkan daya beli masyarakat.

Sebab menurutnya, saat ini daya beli masyarakat makin menurun.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan, kenaikan BBM nonsubsidi yang sesuai dengan mekanisme pasar adalah melanggar Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Sebab, ada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penentuan harga BBM di dalam negeri diserahkan ke mekanisme pasar.

“Karena bumi, air dan kekayaaan alam di dalamnya dikuasai oleh negara untuk sebesar kemakmuran rakyat,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (26/2/2018).

Menurut Fadli, harusnya pemerintah tegas dan komisi terkait di DPR untuk mempertanyakan keputusan Pertamina menaikkan harga Pertamax.

Sebab, kenaikan seperti ini pasti menyulitkan masyarakat.

“Ini menunjukkan pemerintah tidak mampu mengendalikan harga,” tegasnya.

Dengan keputusan kenaikan harga pertamax tersebut, sebutnya, menggambarkan rezim pemerintahan saat ini.

“Jadi ini menunjukkan kalau ini rezim neoliberal karena semua diserahkan ke harga pasar. Ini rezim kapitalis,” kecam Fadli.

Untuk diketahui, Pertamina memutuskan menaikkan sejumlah harga BBM, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex dan Dexlite pada Sabtu (24/2/2018) kemarin.

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax naik dari Rp8.600 menjadi Rp8.900 per liter.

Sedangkan harga Pertamax Turbo naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.100 per liter.

Pertamax Dex naik dari Rp9.250 menjadi Rp 10.000 per liter. Sedangkan untuk Dexlite, naik dari Rp7.500 menjadi Rp8.100 per liter.

Kenaikan harga secara bervariasi juga diberlakukan di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...