Beberapa Obat untuk Pereda Gejala Usus Buntu dan Antibiotiknya
ilustrasi
Kesehatan

Beberapa Obat untuk Pereda Gejala Usus Buntu dan Antibiotiknya

Kamis, 5 Sep 2019 | 07:45 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Usus buntu adalah kantong kecil yang menyambung dengan usus besar, posisinya ada di sisi kanan bawah perut Anda. Kadang usus buntu bisa meradang ketika tersumbat dan terinfeksi bakteri. Kondisi ini disebut dengan radang usus buntu alias appendisitis. Jika tidak segera diobati, usus buntu yang terinfeksi bisa pecah sewaktu-waktu. Saat pecah, usus buntu bisa menyebarkan bakteri ke seluruh perut dan bisa fatal akibatnya. Nah katanya, ada obat dan antibiotik tertentu yang bisa menyembuhkan radang usus buntu. Obat yang seperti apa?

Pilihan obat untuk meredakan gejala usus buntu

Peradangan infeksi pada usus buntu akan menimbulkan rasa nyeri di bagian tengah atau di sisi kanan perut. Keluhan sakit perut di kanan bawah dilaporkan oleh sekitar 80 persen orang yang didiagnosis radang usus buntu. Rasa sakitnya umumnya jadi lebih buruk saat bersin, batuk, dan menarik napas dalam. 

Tanda dan gejala lain dari usus buntu adalah demam, mual, muntah, diare, kurang nafsu makan, dan tidak bisa buang gas (kentut). 

Untuk mengatasi berbagai gejala usus buntu yang masih ringan, dokter biasanya akan lebih dulu meresepkan obat:

1. Obat antinyeri

Dokter dapat menyarankan obat analgesik atau obat antinyeri NSAID seperti paracetamol untuk menyembuhkan rasa sakit akibat peradangan.

Dua jenis obat ini bekerja mengurangi produksi prostaglandin di otak. Prostaglandin merupakan hormon yang menyebabkan rasa sakit. 

Selain meredakan nyeri perut akibat usus buntu, obat ini juga dapat meredakan demam yang mungkin muncul saat tubuh melawan infeksi. Obat antinyeri umumnya bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat tanpa menebus resep dokter.

2. Obat antimual

Sering kali gejala usus buntu disertai dengan mual dan muntah. Mual dan muntah adalah respon alami tubuh selama melawan infeksi yang menyerang sistem pencernaan. 

Salah satu jenis obat antimual yang biasa diresepkan untuk meredakan gejala usus buntu sebelum operasi adalah ondansetron.

Obat ini bekerja menghambat reseptor neurotransmitter yang menyebabkan muntah. Neurotransmitter adalah kumpulan sel saraf di otak yang menerima sinyal dari berbagai lokasi tubuh untuk kemudian memunculkan reaksi yang sesuai.

Ketika neurotransmitter di otak menerima sinyal dari perut yang memberi tahu adanya infeksi, saraf-saraf tersebut kemudian akan memerintahkan tubuh untuk muntah. 

3. Oralit

Peradangan usus buntu juga kerap menyebabkan dehidrasi pada beberapa orang.

Dehidrasi muncul karena infeksi yang menyerang usus buntu secara tidak langsung akan menurunkan nafsu makan. Hal ini dapat memicu gejala dehidrasi karena tubuh tidak cukup mendapatkan asupan cairan, baik dari makanan atau minuman, saat nafsu makan menurun.  

Selain itu, radang usus buntu juga dapat menyebabkan gejala mual dan muntah yang menghilangkan sebagian besar cairan tubuh. Inilah yang juga menyebabkan dehidrasi.

Pada kebanyakan kasus, dehidrasi bisa diatasi dengan banyak minum air putih, jus buah segar tanpa gula, atau kuah sup hangat. Namun jika sudah parah, dokter dapat menyarankan Anda minum oralit. Larutan oralit bisa Anda dapatkan di apotek tanpa harus menebus resep dokter.

TAGS:
Usus Buntuoperasi

RELATED STORIES

Loading interface...