Belum Resmi Jadi Tersangka, Bupati Malang Sudah Tunjuk 3 Penasehat Hukum

Belum Resmi Jadi Tersangka, Bupati Malang Sudah Tunjuk 3 Penasehat Hukumistimewa

WinNetNews.com - Tiga pengacara ditunjuk melakukan pendampingan Bupati Malang Rendra Kresna, meski KPK secara resmi belum menetapkan sebagai tersangka. Itu dilakukan Bupati Rendra karena dirinya sudah mendapat surat menjadi tersangka pasca kantornya digeledah KPK, Senin (8/10) malam.

Tiga penasehat sudah resmi ditunjuk mendampingi Bupati Rendra yakni Imam Muslich, Gunadi Handoko dan Sudarmadi.

"Ada tiga orang, saya, Pak Gunadi dan Pak Darmadi. Tiga orang yang ditunjuk menjadi penasehat hukum untuk persoalan hukum yang akan dihadapi, saya koordinatornya," ujar Imam Muslich, salah satu pengacara Bupati Rendra.

Imam sendiri sejak Selasa (9/10) berkomunikasi dengan Bupati Rendra soal penunjukan dirinya sebagai penasehat hukum. Pihaknya, jelas dia, tengah menunggu proses hukum selanjutnya pasca penggeledahan. Apakah ada pemanggilan atau tidak.

"Sampai saat ini, kami belum menerima surat pemanggilan dari penyidik," sambung Imam.

Sejauh ini, Imam mengaku belum mengetahui status resmi dari Bupati Rendra. Meskipun politisi NasDem tersebut sudah mengakui sendiri terkait statusnya sebagai tersangka gratifikasi DAK tahun 2011.

"Kalau soal itu (status), kami belum melihat dan menerima secara langsung. Makanya menunggu langkah hukum selanjutnya, jika ada pemanggilan di situ kan bisa terbaca dihadirkan penyidik sebagai apa statusnya," ujarnya.

Sementara Gunadi Handoko, salah satu kuasa hukum terlihat datang ke Pendopo Pemkab Malang Jalan Agus Salim, Kota Malang, Rabu (10/10). Gunadi mengaku, telah dipanggil Bupati Rendra sebelumnya.

"Kami ditunjuk menjadi penasehat hukum, tentunya bersama tim lawyer lain akan berkoordinasi. Tadi hanya koordinasi saja, setelah saya dihubungi (Bupati Rendra) dan ditunjuk sebagai penasehat hukum," ujar Gunadi kepada wartawan di Pendopo Pemkab Malang. (detikcom)