Benarkah Depresi Terjadi Karena Kurangnya Iman?
via Bridges to Recovery
Opinion

Benarkah Depresi Terjadi Karena Kurangnya Iman?

Jumat, 20 Des 2019 | 11:20 | Sherly Monica Wijaya

Winnetnews.com - Masih banyak masyarakat di Indonesia yang memiliki pemikiran atau stigma bahwa kurangnya Iman akan membuat kita menjadi depresi, sedangkan mereka sendiri masih belum mengetahui apa itu depresi sebenarnya. Depresi adalah kondisi dimana seseorang merasakan perasaan sedih secara terus menerus yang dapat berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan perasaan dan kesehatan mental seseorang. Topik ini penting untuk dibahas supaya orang bisa mengerti depresi itu apa dan mengetahui bahwa bukan karena kurangnya iman kita dapat menjadi depresi.

image0

Gejala depresi timbul bukan hanya sekedar rasa sedih atau tidak peduli sesaat. Kita bisa mengetahui seseorang mengalami depresi jika orang di sekitar kita atau kita, memiliki rasa putus asa, rendah diri dan tidak berharga. Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan. Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri. Atau kita dapat mengetahui orang tersebut depresi jika orang tersebut memiliki fisik yang lemah, sering merasa kelelahan, selera makanan menurun, insomnia atau bisa juga terlalu banyak tidur.

Gejala atau ciri – ciri yang muncul tergantung pada tingkat depresi yang dialami oleh seseorang. Aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial dapat terganggu jika seseorang  memiliki depresi yang ringan, sedangkan orang yang memiliki depresi yang berat, orang tersebut benar-benar tidak dapat bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan melakukan hubungan dengan orang lain. Jika seseorang memiliki depresi yang berat seseorang itu akan dapat memiliki gangguan jiwa yang cukup besar dan signifikan sehingga menyebabkan gangguan yang nyata dalam kehidupan sosial seseorang tersebut.

Banyak orang yang mengira depresi dikarenakan karena kurangnya iman di dalam dirinya. Dr. Jiemi Ardian pernah membahas tentang depresi dalam akun twitter nya @jiemiardian, Jiemi menyebutkan bahwa seseorang mengalami gejala depresi atau depresi bukan karena lemah iman, seperti yang banyak masyarakat tudingkan. Namun justru karena lemahnya dukungan sosial, yang malah menganggap orang yang depresi sedang dalam keadaan sakit jiwa, atau menandakan orang kurang iman, kurang bertakwa dan kurang gigih.

image1

Karena kurangnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat tentang depresi, menyebabkan banyaknya kesalahpahaman masyarakat tentang depresi, dan kebanyakan masyarakat Indonesia langsung dapat menyimpulkan segala sesuatu dengan sendirinya. 

Situasi ini membuat seseorang yang mengalami depresi lebih cenderung untuk menyimpan perasaan atau keluhan – keluhannya dan tidak mau untuk mencari cara untuk mengatasinya, karena mereka takut dihakimi oleh masyarakat Indonesia.  Dari sini kita bisa mengerti mengapa seseorang yang memiliki depresi dapat berfikir untuk mengakhiri nyawanya.

Kebanyakan orang yang mengalami depresi adalah orang yang sudah dewasa. Banyak aspek yang kalian harus tau kenapa seseorang dapat mengalami depresi. Jika seseorang itu mengalami hal atau kejadian di dalam hidupnya yang membuat orang tersebut trauma atau tekanan batin seperti pelecehan, kehilangan orang terdekat, dan penyiksaan. Memiliki penyakit yang sudah sangat serius atau kronis seperti kanker atau HIV/AIDS. Memiliki ketergantungan dalam mengonsumsi obat-obatan atau alkohol dimana mereka mengonsumsi itu untuk melarikan diri dari masalah. Justru mengonsumsi hal-hal yang demikian dapat membuat atau memperburuk depresi. Kurangnya dukungan dari lingkungan sekeliling kita seperti keluarga atau teman dekat kita juga bisa memperparah keadaan.

Langkah awal yang dapat dimulai untuk membantu orang yang depresi adalah kita harus berani untuk memberikan atau mencari pertolongan awal pemulihan apabila orang di sekitar kita mengalami depresi. Kita harus dapat mendorong orang yang mengalami depresi untuk memenuhi haknya untuk memperoleh pengobatan. Kita juga dapat mengurangi depresi dengan cara mengajak orang yang mengalami depresi untuk melakukan kegiatan-kegiatan di luar seperti olahraga bisa lari pagi, jogging, yoga atau boxing, dapat membuat orang yang mengalami depresi dapat lebih relax.

Sebagai orang yang memiliki kehidupan yang normal yang tidak memiliki depresi, kita harus dapat lebih memperhatikan orang di sekeliling kita. Masyarakat di Indonesia harus dapat bisa memulai untuk lebih peduli terhadap “depresi”, karena semua orang berhak untuk memiliki jiwa yang sehat. (*)

 

----------------
Sherly Monica Wijaya adalah mahasiswi London School of Public Relations Jakarta.
*) Opini penulis dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi Winnetnews.com.

TAGS:
depresikurang iman

RELATED STORIES

Loading interface...