Benny Gantz Umbar Janji Politik, Era Netanyahu Diprediksi Bakal Berakhir

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Benny Gantz Umbar Janji Politik, Era Netanyahu Diprediksi Bakal Berakhir Benny Gantz (kanan) dan Netanyahu (kiri) dalam satu momen. [Foto: DW]

Winnetnews.com - Benjamin Gantz menang tipis di Pemilu Israel 2019 karena mencapai kursi parlemen (Knesset) sebanyak 32 kursi. Kemenangan ini membuat dirinya berjanji akan menyelesaikan masalah Palestina jelang masa kampanyenya.

Meski begitu, Benny Gantz, begitu dia disapa, tetap mewaspadai kekuatan yang dimiliki petahana, Benjamin Netanyahu. Pasalnya, Netanyahu sudah berkuasa selama satu dekade.

Dalam masa kampanye sekitar tiga bulan ke depan, Benny Gantz memberikan janji-janji kepada para pendukungnya jika memenangkan Pemilu 2019 bersama Partai Biru-Putih (Kahol Lavan). Sementara itu, meski hanya meraih 31 kursi, Partai Likud milik Netanyahu juga akan ikut dalam masa kampanye tiga bulan guna mempertahankan tahta petahana.

Seperti dikutip Tempo.co, Ada tujuh poin janji Benny Gantz yang dibawanya sebagai calon pemenang pada Pemilu Israel 2019. Berikut ini daftar janji Benny Gantz:

1. Memenuhi 50 : 50 persentase perwakilan gender di partainya, sehingga terjadi keseimbangan antara perempuan dan pria.

2. Akan membuka pintu bagi anggota parlemen perempuan ultra ortodoks pertama dan anggota parlemen perempuan Druze (perwakilan etnis Arab) di partainya.

3. Gantz telah menyerukan perdamaian dengan Palestina sambil menjaga kepentingan keamanan Israel. Dia telah mengisyaratkan akan membuat konsesi teritorial terhadap Palestina, tetapi juga mengesampingkan masalah kenegaraan Palestina.

4 Grantz berjanji untuk membatasi masa jabatan perdana menteri.

5. Berinvestasi lebih banyak dalam pendidikan dan memungkinkan transportasi umum di Shabbat

7. Memberlakukan pernikahan sipil di Israel.