Berbagai Jenis Obat untuk Atasi Penyakit Eksim
ilustrasi
Kesehatan

Berbagai Jenis Obat untuk Atasi Penyakit Eksim

Rabu, 8 Apr 2020 | 07:45 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Eksim atau dermatitis atopik merupakan penyakit kulit tidak menular yang bisa kambuh sewaktu-waktu. Orang Indonesia sendiri mungkin lebih familier dengan istilah eksim kering dan basah. Lantas jika eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi berbeda, apakah obat yang digunakan juga akan berbeda?

Rekomendasi obat untuk eksim basah dan kering

Banyak orang yang menggangap eksim basah dan eksim kering adalah dua kondisi medis yang berbeda. Namun kenyataannya, dunia kedokteran tidak mengakui kedua istilah tersebut. Baik eksim basah dan eksim kering bukanlah penyakit yang terpisah.

Istilah eksim kering merujuk pada tahapan awal penyakit yang membuat kulit menjadi kering kemerahan dan gatal. Di sisi lain, eksim basah menggambarkan kemunculan bintil lepuhan berair pada kulit yang terdampak pada tahapan lebih lanjut. Bintil lepuhan tersebut dapat pecah atau mengelupas yang kemudian mengeluarkan cairan.

Eksim kering dan eksim basah hanyalah penyebutan awam bagi perbedaan gejala eksim yang muncul pada kulit. Oleh karena itu, pengobatan yang digunakan untuk mengatasi eksim kering dan basah masih termasuk obat yang sama dengan pengobatan eksim atau dermatitis atopik pada umumnya.

Penggunaan obat bisa membantu mengendalikan gejala eksim basah dan kering sekaligus menyembuhkannya dengan cepat agar tidak mudah kambuh lagi.

Eksim kering biasanya merujuk pada kondisi peradangan yang tidak atau belum terlalu parah. Gejala eksim kering pada tahap awal biasanya dapat diatasi menggunakan obat oles ataupun dengan pemakaian pelembab yang rutin.

Sementara itu, eksim basah kemungkinan menunjukkan tahap penyakit sudah lebih parah, atau bahkan sudah menimbulkan luka terbuka tanda dermatitis atopik yang terinfeksi. Maka, mengatasi kulit yang terdampak eksim basah biasanya memerlukan obat dengan potensi steroid yang lebih kuat, bahkan pengobatan tambahan melalui injeksi atau obat oral.

Secara umum, berikut adalah pilihan obatnya:

1. Obat kortikosteroid

Berbagai jenis obat kortikosteroid baik dalam bentuk salep, krim, tablet, ataupun pil sering diresepkan dokter untuk membantu mengurangi gatal dan peradangan kulit akibat eksim. 

Dosis obat jenis ini umumnya disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala eksim. Jika gejala eksim menunjukan kulit yang teriritasi, basah, dan merah  dokter dapat meresepkan dosis obat eksim yang lebih tinggi.

Satu yang perlu diingat dari cara mengobati eksim dengan salep kortikosteroid adalah penggunaannya tidak ditujukan untuk pengobatan jangka panjang melihat potensi efek samping dari kortikosteroid.

Menurut studi yang dipublikasikan Indian Dermatology Online Journal, efek samping yang paling umum dari obat eksim jenis kortikosteroid dalam varian krim atau salep adalah penipisan dan perubahan warna kulit pada area yang sering dioles obat.

Itu sebabnya, penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan baca petunjuk yang ada pada label kemasan sebelum Anda mulai menggunakan obat eksim ini.

2. Salep antiradang NSAID

Beberapa jenis salep NSAID, seperti jenis obat crisaborole, yang dioleskan dua kali sehari dapat mengobati eksim dengan gejala kering hingga basah.

Diskusikan dulu dengan dokter mengenai penggunaan obat eksim jenis ini untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

3. Pelembab

Salah satu gejala khas dari eksim adalah kulit kering. Untuk membantu mengobati eksim gunakan pelembab kulit agar kulit tidak cepat menjadi kering atau mengalami pecah-pecah.

Namun, Anda sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter untuk mencari jenis pelembab yang sesuai dengan kondisi kulit Anda, terutama jika memiliki alergi terhadap kandungan kimia tertentu.

Menggunakan pelembab paling tidak dua kali per hari untuk melembabkan dan melindungi kulit Anda. pilihlah pelembab yang memiliki kandungan minyak tinggi, namun tidak mengandung banyak bahan kimia dan pewangi.

TAGS:
eksimpenyakit kulit

RELATED STORIES

Loading interface...