Berbagai Jenis Obat untuk Atasi Penyakit Eksim
ilustrasi
Kesehatan

Berbagai Jenis Obat untuk Atasi Penyakit Eksim

Rabu, 8 Apr 2020 | 07:45 | Rusmanto

4. Antibiotik

Menggaruk kulit gatal akibat eksim lama-lama bisa menyebabkan infeksi. Untuk mengobati eksim basah yang semakin parah akibat garukan, dokter dapat meresepkan obat eksim berupa antibiotik.

Antibiotik yang digunakan sebagai obat eksim basah biasanya berbentuk krim, salep, tablet, atau kapsul.

Untuk infeksi ringan biasanya menggunakan obat eksim dengan varian krim atau salep. Oleskan obat eksim berupa salep secara merata pada daerah yang terinfeksi.

5. Obat imunosupresan

Bila dicurigai adanya respon sistem kekebalan tubuh yang berlebihan sebagai penyebab munculnya penyakit ini, dokter mungkin akan meresepkan obat imunosupresan.

Sistem kekebalan tubuh pada penderita eksim dapat bereaksi tidak wajar dan menimbulkan peradangan. Akibatnya, Anda mengalami gejala berupa kulit merah dan gatal.

Eksim basah dan kering yang muncul akibat gangguan pada sistem imun dapat diatasi dengan obat imunosupresan. Obat eksim tersebut bekerja dengan cara mengendalikan atau menekan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dengan obat ini, sistem kekebalan tubuh Anda tidak lagi bereaksi secara berlebihan dan menyebabkan timbulnya gejala eksim di wajah.

6. Calcineurin inhibitor

Cara mengobati eksim kering atau basah dengan obat berupa krim steroid sebenarnya tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang. Risiko efek sampingnya dapat menipiskan lapisan kulit.

Bila pengobatan eksim diperlukan untuk jangka panjang, dokter mungkin akan mengganti dengan obat lain.

Sebagai alternatif, dokter dapat menyarankan penggunaan obat mengandung calcineurin inhibitor, seperti pimecromilus, yang bekerja menghambat senyawa kimia pemicu kambuhnya eksim.

7. Fototerapi

Apabila menggunakan obat saja tidak efektif meredakan gejala eksim kering dan malah berubah menjadi eksim basah, pengobatan fototerapi biasanya akan disarankan oleh dokter.

Fototerapi dilakukan dengan cara memancarkan sinar ultraviolet B (UVB) secara langsung pada kulit wajah Anda. Sinar UVB dapat mengurangi peradangan, merangsang produksi vitamin D, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan bakteri pada kulit.

Namun, Anda tidak disarankan untuk menjalani fototerapi dalam jangka panjang karena dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

TAGS:
eksimpenyakit kulit

RELATED STORIES

Loading interface...