Bincang Telepon Trump-Zelensky Berbuntut Pemakzulan, Begini Respon Putin
Vladimir Putin (kiri) tengah berbincang dengan Donald Trump. [Foto: NPR]
Internasional

Bincang Telepon Trump-Zelensky Berbuntut Pemakzulan, Begini Respon Putin

Kamis, 3 Okt 2019 | 17:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Belakangan sempat mencuat kabar pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dugaan rakyat AS yang ingin memakzulkan Presiden Donald Trump disebabkan tuduhan terhadap putra eks Wakil Presiden AS, Joe Biden, yakni Hunter Biden lantaran kasus korupsi.

Sebagai gambaran, Hunter Biden merupakan anggota komisaris perusahaan energi Ukraina, Burisma. Kasus dugaan korupsi itu diduga dibuat-buat lantaran Trump tidak memiliki bukti awal.

Mengutip CNN Indonesia, proses penyelidikan untuk pemakzulan ini berawal dari laporan seorang whistleblower yang bekerja sebagai agen intelijen AS. Dia melaporkan hasil sadapan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada 25 Juli 2019.

image0
Hunter Biden. [Foto: ABC News]

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Trump dilaporkan sudah delapan kali menghubungi Zelensky untuk mendesak agar permintaannya dikabulkan sejak sekitar Mei lalu.

Simpulan transkrip percakapan yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Trump mengatakan bahwa Jaksa Agung AS, Bill Barr, dan kuasa hukumnya, Rudy Giuliani, akan menghubungi Zelensky untuk membicarakan penyelidikan aktivitas bisnis Hunter Biden di Ukraina.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin menilai minim kekeliruan dalam isi percakapan telepon antara Trump dan Zelensky. Putin menyebut percakapan keduanya hanyalah pembicaraan hal yang biasa dilakukan seorang pemimpin negara.

image1
Volodymyr Zelensky. [Foto: The Time of Israel]

"Saya melihat tidak ada yang salah dalam percakapan Presiden Trump dan Presiden Zelensky. Trump meminta pertolongan seorang koleganya untuk menyelidiki kemungkinan dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat pemerintah," kata Putin di Moskow pada Rabu (2/10).

"Setiap kepala negara pasti akan melakukan hal yang sama. Mereka (oposisi) telah menggunakan berbagai alasan untuk menyerang Presiden Trump. Dan sekarang (alasannya) adalah Ukraina," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Putin juga mengungkit penyelidikan jaksa khusus Biro Penyelidik Federal (FBI), Robert Mueller, terkait dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum AS 2016 lalu.

image2
Vladimir Putin. [Foto: Voice of America]

"Dia (Mueller) tidak menemukan bukti bahwa kita berkolusi dengan Trump di masa lalu, tetapi mengatakan ada risiko kami melakukannya di masa depan. Ini akan menjadi lucu jika tidak berubah menjadi sangat menyedihkan," kata Putin seperti dikutip AFP.

Putin bahkan bergurau dia akan mencoba mempengaruhi pemilihan umum AS 2020 mendatang ketika ditanya wartawan apakah Rusia akan berupaya campur tangan dalam pesta demokrasi tersebut.

"Saya akan memberitahu Anda sebuah rahasia. Ya, kami tentunya akan ikut campur (dalam pemilu AS 2020) tapi jangan beritahu siapa pun," tutup Putin sambil bercanda.

TAGS:
Donald TrumpVolodymyr ZelenskyVladimir PutinASRusiapemakzulanJoe BidenHunter Biden

RELATED STORIES

Loading interface...