Bisakah Mendeteksi Epilepsi Janin Saat Dalam Kandungan?
ilustrasi
Kesehatan

Bisakah Mendeteksi Epilepsi Janin Saat Dalam Kandungan?

Rabu, 1 Apr 2020 | 18:54 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) dengan ciri kejang yang tidak biasa dan kambuhan tanpa ada pemicu. Epilepsi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Pada beberapa kasus, epilepsi bisa terjadi pada bayi atau janin masih dalam kandungan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan apakah cara mendeteksi janin sejak dalam kandungan? Simak penjelasan berikut.

Mendeteksi epilepsi janin sejak dalam kandungan

Janin dalam kandungan memang kerap menunjukkan pergerakan yang bisa dirasakan oleh seorang ibu. Pergerakan janin yang normal biasanya terjadi dalam sepuluh kali atau lebih setiap dua jam.

Namun, tidak selamanya pergerakan janin di dalam kandungan bersifat normal. Dalam studi yang dilakukan Jurnal of Korean Medical Science, seorang ibu berusia 35 tahun melaporkan pergerakan janin yang dikandungnya berubah menjadi lebih cepat dan berulang setelah usia kehamilan 28 minggu.

Pada usia kandungan 30 minggu, pergerakannya menjadi sangat ekstrim, hingga pada usia kandungan 36 minggu, bayi dalam kandungannya tersebut harus dilahirkan melalui operasi caesar. Bahkan, kejang pada bayi tersebut kerap terjadi setelah lahir.

Studi tersebut menyimpulkan, pergerakan janin yang tidak normal merupakan pertanda janin mengalami kejang. Kejang pada janin terjadi berulang kali di seluruh tubuh dan pada frekuensi yang bervariasi dari dua gerakan per detik menjadi beberapa kali per menit.

Penyebab kejang pada janin yang paling umum adalah adanya anomali kongenital atau kondisi yang tidak normal pada saat janin berkembang di dalam kandungan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya penyakit saraf, seperti epilepsi.

Untuk mendeteksi epilepsi tersebut, dokter biasannya melalui prosedur ultrasonography (USG) pada masa kehamilan. Melalui USG, pergerakan yang tidak normal pada janin dapat terdeteksi. Dengan begitu, orangtua dan dokter bisa bersiap bila kondisi kejang kembali terjadi saat bayi dilahirkan.

TAGS:
kesehatanepilepsijanin dalam kandungan

RELATED STORIES

Loading interface...