Bisakah Teori Konspirasi Dipercaya?
ilustrasi
Lifestyle

Bisakah Teori Konspirasi Dipercaya?

Jumat, 3 Jul 2020 | 07:36 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Semakin dalam menjelajah di internet, Anda akan menemukan semakin banyak teori konspirasi. Teori konspirasi tampaknya begitu sulit dipercaya, tapi ternyata masih banyak orang yang percaya bahwa bumi itu datar, vaksin menyebabkan autisme, atau pandemi COVID-19 adalah senjata biologis yang dibuat dengan sengaja.

Perkembangan teknologi memang ibarat pedang bermata dua. Anda dapat mengakses informasi yang tak terbatas. Di sisi lain, informasi yang belum jelas kebenarannya pun semakin banyak beredar. Sebenarnya, apa yang membuat seseorang percaya pada teori konspirasi?

Mengapa seseorang bisa percaya teori konspirasi?

image0

Ada banyak alasan yang membuat seseorang atau kelompok mudah memercayai teori konspirasi. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Current Directions in Psychological Science, alasan-alasan tersebut dapat dirangkum menjadi tiga motif berikut:

1. Keinginan untuk paham dan mengetahui secara pasti

Manusia secara alamiah ingin memahami penjelasan dari suatu hal atau peristiwa. Ada orang yang ingin tahu bagaimana cara vaksin dibuat, dari mana asal virus penyebab COVID-19, seperti apa bentuk bumi yang sesungguhnya, dan masih banyak lagi.

Namun, orang cenderung mencari jawaban yang cepat, bukan jawaban dari penelitian ilmiah yang sulit dicerna dan bisa berubah bila ada penelitian baru. Jawaban cepat itu belum tentu benar, tapi memberikan rasa nyaman dan kesannya sangat menyeluruh.

Sebagai contoh, Anda mungkin merasa tidak nyaman saat tidak tahu apa pun tentang COVID-19. Berita yang simpang-siur membuat Anda kian bingung dan was-was. Pada saat inilah, teori konspirasi muncul untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tersebut.

Anda awalnya akan mencari informasi dari internet, buku, atau siaran yang mendukung teori tersebut. Lambat laun, teori ini pun membekas dalam pikiran Anda. Meskipun tidak benar, setidaknya Anda kini mengetahui sesuatu yang lebih pasti.

Padahal, sesuatu yang pasti tersebut mungkin saja membuat Anda semakin keliru. Jika tidak dibarengi dengan informasi dari sumber yang tepercaya, Anda mungkin tidak akan sadar bahwa Anda percaya pada teori konspirasi.

2. Keinginan untuk memegang kendali dan merasa aman

Selain senang bertanya, manusia juga senang memegang kendali atas hidupnya. Inilah yang membuat Anda merasa aman, stabil, dan tenang menjalani kehidupan sehari-hari. Pada kasus ini, kendali yang Anda cari berbentuk informasi.

Teori konspirasi membuat orang-orang yang memercayainya merasa aman dan punya kendali. Fenomena ini biasanya lebih kentara ketika teori konspirasi tersebut berkaitan dengan hal-hal yang mengancam kesejahteraan diri.

Sebagai gambaran, jika pemanasan global disebabkan oleh kegiatan manusia, artinya Anda harus mengubah gaya hidup untuk mencegahnya semakin parah. Bagi beberapa orang, perubahan ini mungkin terasa sulit, tidak nyaman, dan merepotkan.

Akan tetapi, Anda tak perlu mengubah gaya hidup bila pemanasan global adalah hoaks yang dikarang para elit politik penguasa dunia. Keyakinan ini memberikan rasa aman dan kendali atas hidup. Akhirnya, banyak orang memilih percaya pada hoaks atau teori konspirasi.

TAGS:
teori konspirasigaya hidup

RELATED STORIES

Loading interface...