Buronan KPK, Hasto Ngaku Tak Tahu Keberadaan Harun Masiku
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengaku tidak tahu keberadaan Harun Masiku yang kini menjadi buronan KPK. [Foto: Harnas.co]
Nasional

Buronan KPK, Hasto Ngaku Tak Tahu Keberadaan Harun Masiku

Sabtu, 11 Jan 2020 | 09:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Pasca penetapan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Harun Masiku yang terlibat dalam kasus suap Pengganti Antar Waktu (PAW) DPR kini jadi buronan.

Sebelum ditetapkan menjadi buronan, KPK sudah memutuskan jika politisi PDIP tersebut jadi tersangka penyuap Wahyu Setiawan. Rekan Harun di PDIP, Eva Kusuma Sundari menyebut, pihak partai menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum.

"Biar diurus para penegak hukum," kata Eva seperti dilansir Detik.com, Sabtu (11/1).

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. Bahkan, Hasto mengaku tidak tahu keberadaan Harun yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK.

"Harun ini kita tidak tahu khususnya di mana. Sekali lagi kami percayakan," kata Hasto di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).

Sebelumnya diberitakan, Harun dijerat KPK sebagai tersangka dengan dugaan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme PAW karena anggota DPR dari PDIP terpilih, yaitu Nazarudin Kiemas, meninggal dunia.

Hingga Jumat (10/1) malam, Harun belum menyerahkan diri ke KPK. KPK juga belum menemukan Harun.

"Dilaporkan yang bersangkutan belum 'ditemukan' ataupun datang menyerahkan diri," ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango kepada wartawan, Jumat (10/1).

Nawawi mengatakan tim KPK akan terus mencari Harun. Dia mengimbau Harun menyerahkan diri.

"Tentu akan terus dicari, sembari kami mengimbau agar HM segera menyerahkan diri," kata Nawawi.

Sebelumnya, Selasa (7/1) malam, KPK melalukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. KPK kemudian menetapkan Wahyu dan Agustiani, orang kepercayaan Wahyu, sebagai tersangka penerima suap.

Sementara itu, Harun Masiku serta Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Namun Harun tidak terjaring KPK dalam OTT sehingga KPK meminta Harun kooperatif menyerahkan diri.

KPK menyebut Wahyu diduga menerima total duit suap Rp 600 juta untuk memuluskan permintaan Harun untuk menjadi anggota DPR PAW. Ada dua kali pemberian duit ke Wahyu.

PAW ini dalam konteks mencari pengganti anggota DPR dari PDIP Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia, Maret 2019. Saat itu, KPU melalui rapat pleno sudah menetapkan caleg PDIP yang memperoleh suara di bawah Nazarudin, yakni Riezky Aprilia, sebagai pengganti Nazarudin di DPR.

Namun ada keputusan Mahkamah Agung (MA) pada 19 Juli 2019 yang menyatakan partai adalah penentu suara dan PAW. Penetapan MA itu kemudian menjadi dasar PDIP bersurat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin di DPR.

Sekarang, di mana keberadaan Harun Masiku, politikus PDIP tersangka penyuap komisioner KPU? [dtc]

TAGS:
Harun MasikuburonanKPKKPUWahyu SetiawanPDIPHasto Kristiyanto

RELATED STORIES

Loading interface...