Cara Jokowi Yakinkan Masyarakat Bahwa Situasi Terkendali Usai Ledakan
Nasional

Cara Jokowi Yakinkan Masyarakat Bahwa Situasi Terkendali Usai Ledakan

Kamis, 14 Jan 2016 | 22:02 | Rusmanto
WinNetNews.com - Presiden Jokowi langsung memangkas sejumlah agenda di Cirebon dan Majalengka yang telah dijadwalkan beberapa hari sebelumnya karena ada aksi pengeboman di Jakarta. Dia meminta masyarakat tetap tenang dan memastikan suasana terkendali.

"Negara, bangsa dan rakyat tidak boleh takut, tidak boleh kalah oleh aksi teror seperti ini dan saya harap masyarakat tetap tenang karena semua terkendali," tutur Jokowi pukul 12.16 WIB di Rumah Kerang, Jl Ki Ageng Tapa, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (14/1/2016).

Setelah itu Jokowi menyatakan akan segera kembali ke Jakarta setelah menghadiri satu acara lagi. Tadi dia hanya berkata akan langsung menggelar rapat masalah keamanan, sehingga percepat jadwal.

Masih di Cirebon, Jokowi menghadiri pencanangan Kampung Keluarga Berencana di TPI Mina Waluya Bondet, Dusun Jenawi, Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati. Di lokasi sudah ada ribuan warga yang sejak pagi sudah menanti kehadiran Jokowi.

Jokowi disambut Kepala BKKBN dr Surya Chandra Surapaty dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Desa itu dipilih sebagai lokasi perdana pencanangan Kampung KB karena pertumbuhan penduduknya relatif tinggi.

Tiba kemudian giliran Jokowi memberikan sambutan. Tak tampak raut panik dari wajah Jokowi di hadapan warga yang telah menantinya itu.

Dia berdiri di sebuah panggung yang tak dilengkapi tenda di atasnya. Sinar mentari langsung menyorot dari kepala hingga kaki Jokowi. Para warga sontak tertawa heran.

"Ndak apa-apa saya kepanasan. Biar kurus tapi masih kuat panas-panasan," ujar Jokowi menangkap keheranan warga dan disambut tawa.

Dalam sambutannya dia tak menyinggung soal peristiwa di ibukota. Mungkin saja Jokowi menghindari kepanikan warga setempat ketika diceritakan.

Menutup sambutannya, Jokowi memanggil satu per satu warga untuk berinteraksi. Ada sepuluh warga dari berbagai usia dipanggil, diajak tanya jawab, dan diberikan sepeda. Salah satunya seorang ibu bernama Dewi Sri.

"Kenapa ikut KB, Bu?" tanya Jokowi.

"Karena saya ingin menyejahterakan keluarga dan anak saya kalau sudah besar bisa seperti bapak," jawab Dewi. Jawaban itu mengundang tawa warga lain.

"Loh, punya cita-cita itu boleh. Siapa sangka saya dulu lahir di pinggir kali jadi Presiden. Teman-teman saya juga enggak nyangka. Yang jadi pedagang kaki lima ada teman saya. Cita-cita boleh. Ini namanya cita-cita ibu ke anaknya," kata Jokowi.

Setelah semua sepeda habis dibagikan. Jokowi meninggalkan lokasi dan bergegas menuju Jakarta. Rapat terbatas dijadwalkan pukul 16.00 WIB.

Rupanya sesampainya di Jakarta, Jokowi sempat menghampiri lokasi kejadian pengeboman dan penembakan di Jl MH Thamrin. Dia didampingi Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menko PMK Puan Maharani, Seskab Pramono Anung, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Gubernur DKI Basuki T Purnama dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian.

Meski peninjauan tak berlangsung lama, tapi dia menunjukkan bahwa situasi sudah aman terkendali. Setelah itu barulah rapat dimulai dan tercapai beberapa kebijakan terkait keamanan.

disadur dari situs detik news

TAGS:
serangan bom sarinah

RELATED STORIES

Loading interface...