Cara Sehat Masak Mi Instan, Saran Ahli Gizi
Lifestyle

Cara Sehat Masak Mi Instan, Saran Ahli Gizi

Sabtu, 26 Okt 2019 | 07:03 | Sofia Citradewi

Winnetnews.com - Tak berlebihan kiranya jika kita menyebut mi instan sebagai makanan sejuta umat. Makanan ini begitu populer, tak hanya di Indonesia tapi di berbagai dunia, mereka memiliki ciri khas mi instannya sendiri-sendiri.

Di Indonesia sendiri, mi instan kerap kali dianggap sebagai makanan penolong di kala akhir bulan. Yup! Siapa lagi kalau bukan anak kosan yang memunculkan meme-meme lucu tentang bagaiman mi instan sangat membantu menyambung hidup mereka yang jauh dari orang tua.

Namun tak sedikit juga informasi yang kita terima soal bagaimana tidak sehatnya mi instan apabila dikonsumsi secara terus-menerus atau berlebihan. Nah, kali ini mungkin kamu perlu mengetahui alternatif cara memasak mi instan dengan cara yang lebih sehat dan layak dikonsumsi.

Mengutip Kompas.com, ahli Gizi Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK memberikan tips mengolah mi instan agar lebih sehat. Samuel menyarankan untuk mengolah mi instan dengan tepat, agar efek buruk terhadap kesehatan dapat kita kurangi.

Campur dengan sayuran 

Benar sekali yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang suka mencampur sayuran saat memasak mi instan. 

Samuel mengatakan, serat yang ada dalam sayuran dapat mengganggu penyerapan gula atau karbohidrat. Juga membantu mengontrol kolesterol tubuh saat mengkonsumsi mi instan. 

https://lh3.googleusercontent.com/O1BHDL25UrkVqurrRSf2UVhV-ZHzJx0yubdTfEaiYZAf2ln0VV0HwQ69uBYt8go4UPDR2UjpRq6Fi9StGG6K2CvKbzmKc4mRfVS2MeU0j0zs5MuJhHN93h-5H1tkY72ISpOuwnUD

"Cobalah menyiasatinya (masak mi) dengan dicampur sayur," tuturnya. 

Mengenai sayuran yang boleh dicampurkan, kata dia, berjenis apa saja karena sayuran mengandung serat dan protein yang baik untuk tubuh. 

Disarankan untuk tidak merebus sayuran terlalu lama. Sayuran itu direbus, lalu dicampurkan dengan mi instan yang diolah dengan bumbu sendiri. 

Buat bumbu sendiri 

Kamu dapat berkreasi dengan makanan berbahan mi instan, seperti mengolahnya dengan bumbu yang diracik sendiri. 

"Tidak usah pakai bumbunya, atau ganti dengan bumbu racik sendiri pakai rempah-rempah dapur yang dipunya,” tutur Samuel. 

Hal itu selain membuatmu tidak jenuh dengan rasa mi instan tersebut, juga menghindari bumbu bawaan mi instan yang banyak mengandung natrium atau garam yang tinggi. 

"Natrium di mi instan itu tinggi sekali. Natrium itu kan garam, jumlahnya bahkan bisa 850-950 mg, padahal kebutuhan atau jatah tubuh kita mengkonsumsi natrium sehari-hari hanya 2 mg," ucap dia. 

Jika mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam, maka risiko terkena hipertensi juga semakin besar. 

Konsumsi mi instan maksimal sekali seminggu 

Karena banyaknya kandungan yang dianggap buruk jika dikonsumsi dalam jangka panjang, Samuel menyarankan untuk tidak sering mengkonsumsi mi instan untuk harian. 

"Juga yang jelas jangan terlalu sering makan mi instan, apalagi untuk anak-anak. Ya paling tidak seminggu sekali, atau lebih jarang lagi makan mi instan malah makin bagus sebenarnya. Karena bahayanya mi instan ini akan terasa dalam jangka panjang, kalau anak-anak mungkin ketika remaja atau dewasa nanti baru kelihatan akibatnya," katanya.

 

TAGS:
mi instansehat

RELATED STORIES

Loading interface...