Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya
ilustrasi
Kesehatan

Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya

Rabu, 8 Apr 2020 | 06:00 | Rusmanto

4. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan pada kantung udara (alveoli) di paru-paru yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau bahkan jamur. Ada juga beberapa jenis pneumonia tidak menular yang disebabkan oleh menghirup benda asing atau zat beracun ke dalam paru-paru.

Beberapa kasus pneumonia mengancam jiwa. Meskipun pneumonia dapat menyerang segala usia, namun penyakit ini lebih sering dan serius terjadi pada orang lanjut usia (lansia), bayi, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah melalui infeksi sebelumnya atau kondisi lain.

Gejala dan tanda-tanda pneumonia bisa ringan atau parah dan tergantung pada kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan serta jenis organisme yang menyebabkan pneumonia. Gejala pneumonia yang parah yang sering terjadi adalah batuk kering atau berdahak yang kental dan berwarna kuning, hijau atau batuk dahak berdarah. Gejala lainnya termasuk sakit dada saat bernapas atau batuk, sesak napas, demam, kelelahan, mual, muntah, dan diare.

Bayi baru lahir mungkin tidak menunjukkan gejala khas dari pneumonia. Sebaliknya, bayi atau anak mungkin tampak gelisah atau lesu. Bayi atau anak dengan pneumonia juga bisa mengalami demam, batuk, atau muntah. Sementara lansia yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga mungkin memiliki gejala yang lebih sedikit dan suhu yang lebih rendah.

5. Cystic Fibrosis

Cystic fibrosis adalah kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru, sistem pencernaan, dan organ-organ lain di dalam tubuh. Penyakit ini memengaruhi sel-sel yang menghasilkan lendir, keringat, dan cairan pencernaan. Cairan yang dikeluarkan biasanya cair dan licin, tetapi pada penderita cystic fibrosis, gen yang rusak menyebabkan sekresi menjadi lengket dan tebal. Alih-alih bertindak sebagai pelumas, sekresi melapisi tabung, saluran dan lorong, terutama di paru-paru dan pankreas.

Meskipun cystic fibrosis bersifat progresif dan membutuhkan perawatan sehari-hari, penderita penyakit ini biasanya masih bisa beraktivitas, seperti bersekolah dan bekerja.

Tanda dan gejala cystic fibrosis berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Bahkan pada orang yang sama, gejala dapat memburuk atau membaik seiring waktu. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sampai usia remaja atau dewasa.

Orang dengan cystic fibrosis memiliki kadar garam yang lebih tinggi dari normal dalam keringat mereka. Selain itu, lendir yang tebal dan lengket terkait dengan cystic fibrosis menyumbat saluran yang membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru dapat menyebabkan tanda dan gejala berikut:

  • Batuk berdahak yang persisten atau batuk dahak berdarah
  • Mengi
  • Intoleransi olahraga
  • Infeksi paru berulang
  • Bagian hidung meradang atau hidung tersumbat
  • Sinusitis berulang

6. Edema Paru

Edema paru terjadi ketika cairan menumpuk di kantung udara paru-paru (alveoli) sehingga sulit bernapas. Kondisi ini mengganggu pertukaran gas dan dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Penyebab edema paru paling sering adalah gagal jantung kongestif, di mana jantung tidak dapat mengikuti instruksi tubuh.

Edema paru bisa akut atau kronis. Jika akut, penyakit bisa dikatogerikan sebagai darurat medis yang membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. Pengobatan edema paru biasanya fokus pada peningkatan fungsi pernapasan dan mengatasi penyebabnya. Perawatan biasanya termasuk menggunakan oksigen tambahan dan obat-obatan untuk mengobati kondisi yang mendasarinya.

Edema paru akut menyebabkan kesulitan bernapas yang signifikan dan dapat muncul tanpa peringatan. Seiring dengan kesulitan bernapas, tanda dan gejala edema paru akut termasuk batuk berdahak darah dan berbusa, keringat berlebih, cemas dan gelisah, kulit pucat, mengi, detak jantung cepat atau tidak teratur (palpitasi), dan sakit dada.

TAGS:
batuk berdahakbatuk berdarah

RELATED STORIES

Loading interface...