Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya
ilustrasi
Kesehatan

Cara Obati Batuk Dahak Berdarah dan Penyebabnya

Rabu, 8 Apr 2020 | 06:00 | Rusmanto

7. Emboli Paru

Darah Anda mengalir dari jantung ke paru-paru melalui arteri paru-paru Anda. Di paru-paru darah disuplai dengan oksigen, kemudian kembali ke jantung, yang memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Emboli paru adalah kondisi ketika gumpalan darah tersangkut di salah satu arteri yang mengalir dari jantung ke paru-paru. Penyumbatan aliran darah ini dapat menyebabkan masalah serius, seperti kerusakan paru-paru dan kadar oksigen yang rendah dalam darah. Kekurangan oksigen juga dapat merusak organ lain di tubuh. Jika gumpalan besar atau arteri tersumbat oleh banyak gumpalan kecil, emboli paru bisa berakibat fatal.

Gejala emboli paru bisa beragam dan cenderung muncul tiba-tiba. Tanda dan gejala yang timbul kemungkinan akan tergantung pada ukuran gumpalan dan seberapa besar paru-paru memengaruhinya. Gejalanya termasuk, sesak napas, sakit dada, batuk berdahak darah, nyeri punggung, lebih banyak berkeringat, pusing, dan bibir atau kuku biru.

8. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Adalah penyakit paru-paru inflamasi kronis yang menyebabkan aliran udara terhalangi dari paru-paru. Gejalanya termasuk kesulitan bernapas, batuk, produksi lendir (dahak) dan mengi. Ini disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap gas atau partikel yang mengiritasi, paling sering dari asap rokok. Orang dengan COPD berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, kanker paru-paru, dan berbagai kondisi lainnya.

Emfisema dan bronkitis kronis adalah dua kondisi paling umum yang berperan untuk COPD. Bronkitis kronis adalah radang selaput tabung bronkial, yang membawa udara ke dan dari kantung udara (alveoli) paru-paru. Ini ditandai dengan batuk dan produksi lendir

Emfisema adalah suatu kondisi di mana alveoli pada ujung saluran udara terkecil (bronkiolus) paru-paru dihancurkan sebagai akibat dari paparan yang merusak asap rokok dan gas-gas iritasi lainnya serta bahan partikulat.

Gejala COPD biasanya tidak muncul sampai kerusakan paru-paru yang signifikan terjadi dan gejala biasanya memburuk seiring waktu, terutama jika sering terpapar asap rokok. Tanda dan gejala PPOK lainnya termasuk: napas pendek, mengi, sesak di dada, batuk berdahak berwarna bening, putih, kuning, kehijauan, dan bahkan dahak berdarah, bibir atau kuku kebiruan, infeksi pernapasan yang sering, kekurangan energi, penurunan berat badan, dan pembengkakan di pergelangan kaki atau telapak kaki.

9. Abses Paru

Abses paru atau abses paru adalah rongga berisi nanah di paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau terkadang jamur atau parasit. Kondisi ini mungkin primer, berkembang di daerah pneumonia atau penyakit paru-paru lainnya, atau sekunder, di mana bakteri dari area lain dari tubuh disedot ke paru-paru atau menyebar ke paru-paru dengan cara lain.

Abses paru-paru dapat terlihat melalui rontgen dada, meskipun tes terbaik untuk diagnosis adalah Chest CT scan. Penyakit ini biasanya sembuh dengan pemberiaan antibiotik saja, tetapi dalam beberapa kasus memerlukan operasi

Gejala abses paru biasanya datang perlahan selama beberapa minggu, termasuk nyeri dada, batuk (berdahak disertai nanah yang berbau busuk dan bahkan batuk dahak berdarah), kelelahan, demam, kehilangan selera makan, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan.

10. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel-sel kanker tumbuh secara tidak terkendali dalam paru-paru. Penyebab kanker paru-paru biasanya terkait dengan paparan asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif.

Salah satu gejala umum kanker paru-paru adalah dahak berdarah atau hemoptisis. Diperkirakan bahwa 7-10% pasien kanker paru-paru mengalami hemoptisis dan sekitar 20% mengalaminya selama mengalami penyakit ini.

Hemoptisis adalah gejala yang mengkhawatirkan bagi pasien. Dalam memeriksa batuk berdarah, dokter pertama-tama akan mencari tahu dari mana darah itu berasal. Terkadang darah tidak berasal dari paru-paru tetapi mungkin berasal dari hidung atau saluran pernapasan atas (pseudohemoptisis) atau merupakan hasil dari muntah (hematemesis).

Selain batuk berdahak darah, gejala kanker paru termasuk batuk terus-menerus, mengi, sesak napas, nyeri dada, suara serak, penurunan berat badan, kehilangan selera makan, kelelahan, dan infeksi pernapasan.

TAGS:
batuk berdahakbatuk berdarah

RELATED STORIES

Loading interface...