Cegah Penyebaran Hoaks, Pemerintah Batasi Fitur Media Sosial

Daniel
Daniel

Cegah Penyebaran Hoaks, Pemerintah Batasi Fitur Media Sosial Wiranto (Foto: Antara)

Winnetnews.com - Pasca pengumuman hasil rekapitulasi suara di Pilpres 2019 oleh KPU pada Selasa (21/5) dini hari, situasi di Jakarta terus memanas. Beberapa titik di Ibu Kota terjadi chaos, terutama di dareah Tanah Abang pada hari ini Rabu (22/5).

Kegaduhan yang ada di lapangan juga berimbas pada penyebaran konten di media sosial seperti Twitter dan Facebook. Untuk mencegah penyebaran berita dan informasi yang tidak sesuai dengan fakta atau hoaks, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memutuskan untuk membatasi beberapa fitur di media sosial untuk sementara.

Hal itu disampaikan oleh Wiranto pada sesi konferensi pers di Kantor Menkopolhukam hari ini. “Akses media sosial akan dimatikan untuk menjaga hal-hal negatif tersebar di masyarakat seperti berita bohong dan provokasi,” ujar Wiranto.

Wiranto menambahkan, pihak Menkopolhukam akan menjadi corong informasi terpercaya seputar kabar terkini kondisi Ibu Kota. “Setiap dua jam sekali akan kami sampaikan perkembangan,” ujar Wiranto.

Kericuhan terjadi di beberapa titik di Ibu Kota. Pihak kepolisian sudah menangkap 60 orang yang diduga jadi provokator. Sejauh ini 200 orang dikabarkan menjadi korban luka-luka, dan ada 6 orang yang menjadi korban tewas.