CFD Timbulkan Kerumunan, Anies Lakukan Evaluasi

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

CFD Timbulkan Kerumunan, Anies Lakukan Evaluasi
Foto: Merdeka.com

Winnetnews.com -

Pelaksaan car free day (CFD) di Jakarta yang kembali dibuka pada Minggu (21/6) menyisakan kontroversi. Paasalnya, banyak yang menilai pelaksanaan car free day tidak memiliki urgensi yang tinggi, sehingga perlu digelar kembali di saat pandemi corona belum mereda. Selain itu Gugus Tugas yang telah meinjau pelaksaan CFD juga mengatakan masih banyak warga yang tidak taat dengan protokol kesehatan.

Terkait itu  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan segera mengevaluasi pelaksaan CFD."Nanti malam kami akan evaluasi HBKB. Dari situ kami akan kabar kan apa yang akan dikerjakan," kata Anies di Balai Kota seperti dalam rekaman yang disebarkan Humas Pemprov DKI, Senin (22/6).

Anies menambahkan, Pemprov DKI Jakarta sedang mengumpulkan data warga yang datang dan beraktivitas di sana. Kemudian akan diputuskan apakah akan diubah konsep dan penerapan HBKB-nya. 

"Nanti kami akan putuskan, apakah pendekatannya masih akan seperti kemarin, atau akan diubah pendekatannya. Tapi, intinya adalah kami semua sedang dalam proses belajar menaati protokol, belajar mengelola kegiatan, dan setiap ada proses ambil hikmahnya, lakukan koreksi, lakukan perbaikan," kata dia. 

Sebelumnya, car free day di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin kembali digelar pada Minggu (21/6) lalu. Padahal, CFD setelah ditiadakan sejak 15 Maret 2020 karena pandemi virus corona. 

Car free day pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi digelar mulai pukul 06.00 sampai 10.00 WIB dan hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berolahraga. 

Ibu hamil, anak-anak di bawah sembilan tahun, dan lansia dilarang beraktivitas di area car free day pada masa transisi karena rentang terpapar Covid-19. Namun, masih banyak masyarakat yang lupa dengan protokol kesehatan menjaga jarak dalam pelaksanaan HBKB. 

Berdasarkan hasil tes cepat atau rapid test Covid-19, lima orang berstatus reaktif. "Rapid test tadi yang ikut tes 600 orang, reaktif 5 orang," ungkap Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen (Pol) Rusdianto ketika dihubungi, kemarin. (Ryana Aryadita Umasugi)

TAGS:

Share This Story

RELATED STORIES

Loading interface...