Coronasomnia, Gangguan Tidur yang Disebabkan Pandemi Covid-19
Foto: Pexels/Ivan Oboleninov
Lifestyle

Coronasomnia, Gangguan Tidur yang Disebabkan Pandemi Covid-19

Rabu, 21 Jul 2021 | 17:07 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Situasi yang tidak menentu karena pandemi Covid-19, membuat seseorang stres dan sulit tidur di malam hari. Kondisi ini dikenal dengan nama coronasomnia.

“Stres mengaktifkan sistem saraf otonom, menyebabkan pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol. ini kemudian menyebabkan detak jantung dan tekanan darah meningkat menempatkan sistem ke mode fight-or-flight,” kata penyedia obat tidur Lisa Medalie, PsyD, dikutip Healthline.

Sleep Foundation melaporkan adanya kenaikan kasus insomnia dan gangguan mental yang dialami oleh masyarakat. Jika sebelum pandemi jumlahnya sekitar 24 persen, saat ini meningkat hingga 40 persen.

Tak berbeda jauh dengan insomnia, coronasomnia juga memiliki tanda-tanda yang sama. Hanya saja, coronasomnia memiliki kaitan yang era tantara sulit tidur di malam hari, dengan pandemi Covid-19.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul saat seseorang mengalami coronasomnia.

  1. Sulit tidur nyenyak. Jika sudah tidur, ada kemungkinan terbangun dan sulit untuk kembali terlelap
  2. Level stres yang tinggi
  3. Meningkatnya gejala kecemasan dan depresi
  4. Jadwal tidur berubah drastis

Coronasomnia bagi sebagian orang mungkin memang harus diatasi dengan bantuan profesional. Namun kita juga bisa mengatasi masalah tidur tersebut dengan melakukan beberapa cara di bawah ini.

  1. Jaga kebersihan tubuh sebelum tidur
  2. Jangan tidur siang terlalu lama. Idealnya tidur siang berlangsung selama 20-30 menit
  3. Rajin membersihkan kamar
  4. Kurangi konsumsi kafein, seperti teh atau kopi
TAGS:
coronasomniainsomniasulit tidurpandemi Covid-19

RELATED STORIES

Loading interface...