Dalam Sidang e-KTP Setnov Disebut Dapat <em>Fee</em> 7 Persen
ilustrasi
Nasional

Dalam Sidang e-KTP Setnov Disebut Dapat <em>Fee</em> 7 Persen

Kamis, 20 Apr 2017 | 15:24 | Rusmanto

WinNetNews.com - Direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya, mengaku pernah mendengar Setya Novanto dikaitkan dengan proyek pengadaan e-KTP. Novanto disebut ikut menerima bagian dari proyek e-KTP.

Pengakuan ini disampaikan Johanes saat ditanya jaksa pada KPK mengenai Novanto. Jaksa mengonfirmasi adanya informasi dari Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby.

"Saksi pernah info dari Bobby alias Jimmy Iskandar Tedjasusila, apakah benar proyek ini SN Group dapat 7 persen?" tanya jaksa dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

Johanes membenarkan informasi yang ditanya jaksa mengenai pernyataan Bobby. Bobby diketahui ikut dalam tim Fatmawati.

"Pernah menyebutkan SN dapat 7 persen, bukan SN group tapi SN saja," sebut Johanes.

Saat ditanya jaksa kepanjangan SN yang dimaksud, Johanes menyebut nama Setya Novanto.

Tim Fatmawati yang dibentuk Andi Agustinus alias Andi Narogong bertujuan untuk memuluskan proses lelang dan pelaksanaan pengadaan e-KTP demi kemenangan konsorsium PNRI. PT Java Trade Utama pernah terlibat dalam pengurusan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) Kemdagri.

Novanto dalam persidangan Kamis (6/4/2017) menegaskan tidak pernah menerima uang terkait e-KTP. Novanto yang menjabat Ketua DPR itu juga tidak pernah membahas <em>'kawal anggaran'</em> e-KTP.

TAGS:
PT Java Trade UtamaJohanes Richard Tanjayakasus korupsi E KTPPengadilan Negeri Tindak Pidana KorupsiAndi AgustinusAndi Narogongsistem informasi administrasi kependudukan

RELATED STORIES

Loading interface...