Dampak Karhutla, Jarak Pandang Terpendek Capai 400 Meter

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Dampak Karhutla, Jarak Pandang Terpendek Capai 400 Meter Kabut asap karhutla semakin tebal di Pekanbaru, Riau. [Foto: Liputan6.com]

Winnetnews.com - Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Jum’at (20/9/2019) pagi memasuki ketebalan yang cukup parah. Pasalnya, dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan jarak pandang rata-rata mencapai 600 meter sejauh mata memandang.

Semakin memburuknya kasus karhutla di Riau ini menambah daftar catatan belum suksesnya pemerintah daerah (Pemda) maupun pusat dalam mengatasi karhutla. Melansir Liputan6.com, lokasi terparah terdapat di Kabupaten Pelalawan yang memiliki jarak pandang 400 meter akibat kabut asap.

Sementara, jarak pandang di Kota Dumai mencapai 1,5 kilometer. Selain itu juga di Rengat jarak pandang terendah mencapai 1 kilometer saja. Satelit Terra Aqua berdasarkan pantauan BMKG pada pukul 06.00 WIB menunjukkan ada 151 titik panas yang jadi indikasi karhutla. Paling banyak ada di Jambi ada 635 titik, Sumatera Selatan (Sumsel) 469 titik, sedangkan di Riau ada 151 titik.

Foto: Retuers

Dari 151 titik di Riau, paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ada 45 titik, Pelalawan 44 titik, Rokan Hilir (Rohil) 28 titik, Kampar 9 titik, indragiri Hulu (Inhu) 8 titik, Kuansing dan Bengkalis masing-masing 7 titik, Meranti 2 titik, dan Kota Dumai ada satu titik panas.

Dari jumlah tersebut ada 107 titik api yang terdeteksi, dan paling banyak di Pelalawan yakni 35 titik. Sementara, kualitas udara di Riau pada hari ini sebagian besar masih dalam kategori berbahaya. Hal itu ditunjukkan dari data Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, badan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan perhitungan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), polusi jerebu karhutla dalam kategori berbahaya ada di Kabupaten Siak, Kampar, Rokan Hilir, dan Bengkalis karena hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi polutan di atas angka 300.

Foto: Reuters

Kota Dumai pencemaran udara masuk kategori tidak sehat, dan Kota Pekanbaru masuk kategori sangat tidak sehat.

Pantauan Antara di Pelalawan, kebakaran lahan gambut yang luas terlihat di Kecamatan Pangkalan Kerinci yang terus berkobar pada Kamis (20/9/2019) hingga Jumat ini. Kebakaran berada di sepanjang jalan koridor PT RAPP di kilometer 8, 9 dan 10, membakar kebun kelapa sawit, akasia liar dan lahan berisi semak-semak.

Asap sangat pekat di lokasi tersebut dan terbawa angin ke arah Kota Pekanbaru di bagian utara Pelalawan. Upaya pemadaman terus dilakukan oleh Satgas Karhutla Riau yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan dibantu perusahaan RAPP.